Selasa, September 24, 2013

Ayah Bagus




Malam itu hujan sangat lebat,hujan sedang memandikan tanah Purwokerto. Iya saat itu malam minggu, seperti biasa terlihat ada muda-mudi menghabiskan malam tanpa tujuan yang jelas. Malam itu aku bersama tiga anak yang semuanya luar biasa, di sebuah teras masjid dekat kampus Unsoed. Sebenarnya aku lebih suka menyebutnya masjid kampus , ya karena itu harapan kita semua. Masjid itu menggunakan arsitektur tua, lantainya terbuat dari batu alam berwarna kuning muda. Tempat wudhu pria sebelah kiri dan tempat whudu wanita sebelah kanan kalau kita melihat kearah kiblat. Di depan masjid ada parkir yang cukup luas yang biasa digunakan mahasiswa unsoed ketika shalat di masjid kampus ini. Di dekat tempat parkir pria ada dua pohon yang cukup besar jadi kalo siang pohon ini cukup meneduhkan. Di depan masjid ada jalan yang biasanya ramai dengan kendaraan tapi sekarang terlihat sepi karena sedang hujan lebat. Dan disebrang jalan ada kampus Unsoed, Kampus kita tercinta.
Aku bersama tiga anak Kesmas di teras masjid yang lebarnya sekitar 1.5 m sehingga kita kadang terkena cipratan air hujan. Pintu masjid sudah terkunci dan terlihat gelap sehingga kita ambil di teras aja yang masih terang dengan lampu luar masjid. Mentoring!, betul kita sedang mentoring. Kita berempat bercengkrama, berdiskusi dan kadang bercanda di masjid yang memang sudah terlihat sepi karena larut malam apalagi sedang hujan. Sekitar jam 22.00 hujan sudah mulai reda, mentoring pun sudah selesai. Tiba-tiba terdengar nada di hp berbunyi, tanda ada yang menelpon. Kulihat dilayar ternyata mbaku (kakak perempuan) yang menelpon , mba bericara beberapa kalimat dan akupun mendengarkannya kemudian aku pun  beberapa kali menanyakan kepastiannya. Mendengar berita itu seolah-olah langit telah berhenti hujan tapi sekarang giliran aku yang hujan.
Setelah itu aku segera naik ke Baturraden, disana lagi ada agenda dakwah sedangkanku termasuk panitia dan ada janji yang harus diselesaikan disana. Kuselesaikan beberapa tanggungan kemudian izin tidak ikut acara disana untuk istirahat sehingga pagi-pagi sekali bisa pulang ke Tegal. Dari Baturraden segera aku melaju, tak apalah melawan dinginnya malam Baturraden, menuju tempat kos yang berada di Purbalingga, ya sekitar 20 KM perjalanan. Malam itu ku tidur seperti biasa kemudian bagun pagi untuk shalat shubuh berjamaah. Sehabis shalat shubuh sekitar jam 05.00 kusiapkan motor menuju Tegal. Iya pagi yang sangat dingin apalagi naik motor melewati daerah pegunungan menuju tempat ku dilahirkan. Akhirnya sampai juga di rumah  sekitar jam 07.00.
Dan…di dalam rumah terdengar bacaan Al-quran sedikit pelan, menandakan ada kesedihan disana. Terihat didepan rumah ada tumpukan pasir. Memang rumah sedang direnovasi, terlihat sangat beda dengan sebelumnya. Kalau dulu rumah ini terlihat tua tapi sekarang sudah berbeda. Ku segera melangkah mendekati pintu utama rumah. Rumah dimana aku dilahirkan meski tidak dibesarkan di rumah ini, rumah yang tentu ada kenangan bersama laki-laki yang penting. Ku ingin melihat wajahnya, wajah yang terlihat sudah tua membesarkan anak-anaknya dengan ikhlas. Seorang laki-laki yang banyak memberikan pelajaran berharga, laki-laki yang penting dalam hidupku, betul dia ayahku. Air mata pun keluar ketika melihatnya telah berbaring, ayah kuingat engkau memboncengkanku diwaktu kecil dengan sepedamu di sore hari yang indah, kita bersama menyelusuri jalan desa. Ayah aku ingat betapa sayangnya engkau kepadaku disaat aku kecelakaan dulu. Ayah aku ingat kenangan indah bersamamu di sawah, kita berdua memupuk tanaman jagung yang masih kecil saat itu. Terimaksih, engkau telah menjadi ayah yang baik bagiku. Kukecup keningnya, air mata pun keluar cukup deras. Ibu pun mendekat dan melepaskan tas yang aku gendong yang tadi tidak sempat ku lepas karena tak terpikir untuk melepasnya.
Rasulullah bersabda kepada ayah yang kehilangan anaknya “Wahai Fulan, mana yang lebih kamu sukai, menikmati sisa usiamu dengan bersenang-senang bersama anakmu, atau engkau mendatangi salah  satu pintu surga untuk mendapati anakmu telah mendahuluimu masuk surga, lalu dia membukakan pintunya untukmu?” Dia menjawab, “Wahai nabiyullah, dia mendahuluiku berada di pintu surga, lalu membukakan untukku, itulah yang lebih aku sukai.” Beliau saw bersabda lagi: “Engkau akan mendapatkannya.” (H.R. An-Nasa’i). Untuk ayahku tercinta aku pun berkata “dia (ayahku) mendahuluiku berada di pintu surga, lalu membukakan untuku, itulah yang lebih aku sukai, ku ikhlaskan dia kembali kepada-Mu ya Allah” aamiin.
Terimakasih ya Allah, Engkau menjadikan aku punya teman-teman yang menyemangati dikala sedih. Punya teman-teman yang mendo’akan kebaikan kepadaku disaat aku mendapatkan musibah. Mereka semua mendo’akan ayahku dan juga mendo’akan agar keluargaku tabah menghadapi semua ini. Bahkan mereka bersusah-payah datang dari Purwokerto ke Tegal. Memberikan dukungan untuk bisa tabah, untuk kembali bangkit dan tetap bersemangat mengapai cita-cita. Pelukan hangat dari mereka memberi semangat, ya mereka sahabat-sahabat seperjuangan di kampus Unsoed. Ya kita pernah cape bersama, pernah bingung bersama cari dana padahal agenda sudah dekat, pernah bertengkar namun cepat juga berdamai, pernah berjualan bawang bersama kerumah-rumah untuk suksesi acara. Kita juga pernah makan bersama malam-malam usai menyiapkan acara, pernah tidur dalam masjid bersama, pernah bersama-sama senang dan tersenyum melihat agenda sukses. Terimakasih ya Allah, Engkau kirimkan sahabat-sahabat yang banyak dan mereka dari semua fakultas yang ada di Unsoed. Maka jadikanlah aku tetap berjuang menegakkan agama-Mu karena Engkau akan kirimkan sahabat-sahabat yang baik dimanpun aku berada. Dan jadikanlah aku bukan orang yang kikir, karena merekapun tidak kikir terhadap saudaranya namun menginginkan kebaikan untuk saudaranya. “Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” ( QS. Al Hasyr :9). Kalau ada yang bertanya kapan cerita ini terjadi, akan ku jawab tanggal 25 dan 26 Desember 2010 silam.
Ayah dengarlah
Betapa sesungguhnya ku mencintaimu
Kan kubuktikan
Kumampu penuhi maumu….
(Ada Band)

0 komentar:

Posting Komentar

 

KAJIAN KEISLAMAN DAN KEILMUAN

BERITA DAERAH

POLITIK