Malam itu hujan sangat lebat,hujan sedang memandikan tanah Purwokerto. Iya saat itu malam minggu, seperti biasa terlihat ada muda-mudi menghabiskan malam tanpa tujuan yang jelas. Malam itu aku bersama tiga anak yang semuanya luar biasa, di sebuah teras masjid dekat kampus Unsoed. Sebenarnya aku lebih suka menyebutnya masjid kampus , ya karena itu harapan kita semua. Masjid itu menggunakan arsitektur tua, lantainya terbuat dari batu alam berwarna kuning muda. Tempat wudhu pria sebelah kiri dan tempat whudu wanita sebelah kanan kalau kita melihat kearah kiblat. Di depan masjid ada parkir yang cukup luas yang biasa digunakan mahasiswa unsoed ketika shalat di masjid kampus ini. Di dekat tempat parkir pria ada dua pohon yang cukup besar jadi kalo siang pohon ini cukup meneduhkan. Di depan masjid ada jalan yang biasanya ramai dengan kendaraan tapi sekarang terlihat sepi karena sedang hujan lebat. Dan disebrang jalan ada kampus Unsoed, Kampus kita tercinta.
Aku bersama tiga anak Kesmas di
teras masjid yang lebarnya sekitar 1.5 m sehingga kita kadang terkena cipratan
air hujan. Pintu masjid sudah terkunci dan terlihat gelap sehingga kita ambil
di teras aja yang masih terang dengan lampu luar masjid. Mentoring!, betul kita
sedang mentoring. Kita berempat bercengkrama, berdiskusi dan kadang bercanda di
masjid yang memang sudah terlihat sepi karena larut malam apalagi sedang hujan.
Sekitar jam 22.00 hujan sudah mulai reda, mentoring pun sudah selesai. Tiba-tiba
terdengar nada di hp berbunyi, tanda ada yang menelpon. Kulihat dilayar
ternyata mbaku (kakak perempuan) yang menelpon , mba bericara beberapa kalimat dan
akupun mendengarkannya kemudian aku pun
beberapa kali menanyakan kepastiannya. Mendengar berita itu seolah-olah
langit telah berhenti hujan tapi sekarang giliran aku yang hujan.
Setelah itu aku segera naik ke
Baturraden, disana lagi ada agenda dakwah sedangkanku termasuk panitia dan ada
janji yang harus diselesaikan disana. Kuselesaikan beberapa tanggungan kemudian
izin tidak ikut acara disana untuk istirahat sehingga pagi-pagi sekali bisa
pulang ke Tegal. Dari Baturraden segera aku melaju, tak apalah melawan dinginnya
malam Baturraden, menuju tempat kos yang berada di Purbalingga, ya sekitar 20
KM perjalanan. Malam itu ku tidur seperti biasa kemudian bagun pagi untuk
shalat shubuh berjamaah. Sehabis shalat shubuh sekitar jam 05.00 kusiapkan
motor menuju Tegal. Iya pagi yang sangat dingin apalagi naik motor melewati
daerah pegunungan menuju tempat ku dilahirkan. Akhirnya sampai juga di rumah sekitar jam 07.00.
Dan…di dalam rumah terdengar bacaan
Al-quran sedikit pelan, menandakan ada kesedihan disana. Terihat didepan rumah
ada tumpukan pasir. Memang rumah sedang direnovasi, terlihat sangat beda dengan
sebelumnya. Kalau dulu rumah ini terlihat tua tapi sekarang sudah berbeda. Ku
segera melangkah mendekati pintu utama rumah. Rumah dimana aku dilahirkan meski
tidak dibesarkan di rumah ini, rumah yang tentu ada kenangan bersama laki-laki
yang penting. Ku ingin melihat wajahnya, wajah yang terlihat sudah tua membesarkan
anak-anaknya dengan ikhlas. Seorang laki-laki yang banyak memberikan pelajaran
berharga, laki-laki yang penting dalam hidupku, betul dia ayahku. Air mata pun
keluar ketika melihatnya telah berbaring, ayah kuingat engkau memboncengkanku diwaktu
kecil dengan sepedamu di sore hari yang indah, kita bersama menyelusuri jalan
desa. Ayah aku ingat betapa sayangnya engkau kepadaku disaat aku kecelakaan
dulu. Ayah aku ingat kenangan indah bersamamu di sawah, kita berdua memupuk
tanaman jagung yang masih kecil saat itu. Terimaksih, engkau telah menjadi ayah
yang baik bagiku. Kukecup keningnya, air mata pun keluar cukup deras. Ibu pun
mendekat dan melepaskan tas yang aku gendong yang tadi tidak sempat ku lepas
karena tak terpikir untuk melepasnya.
Rasulullah bersabda kepada ayah yang
kehilangan anaknya “Wahai Fulan, mana yang lebih kamu sukai, menikmati sisa
usiamu dengan bersenang-senang bersama anakmu, atau engkau mendatangi
salah satu pintu surga untuk mendapati
anakmu telah mendahuluimu masuk surga, lalu dia membukakan pintunya untukmu?”
Dia menjawab, “Wahai nabiyullah, dia mendahuluiku berada di pintu surga, lalu
membukakan untukku, itulah yang lebih aku sukai.” Beliau saw bersabda
lagi: “Engkau akan mendapatkannya.” (H.R. An-Nasa’i). Untuk ayahku tercinta
aku pun berkata “dia (ayahku) mendahuluiku berada di pintu surga, lalu
membukakan untuku, itulah yang lebih aku sukai, ku ikhlaskan dia kembali kepada-Mu
ya Allah” aamiin.
Terimakasih ya Allah, Engkau
menjadikan aku punya teman-teman yang menyemangati dikala sedih. Punya teman-teman
yang mendo’akan kebaikan kepadaku disaat aku mendapatkan musibah. Mereka semua
mendo’akan ayahku dan juga mendo’akan agar keluargaku tabah menghadapi semua ini.
Bahkan mereka bersusah-payah datang dari Purwokerto ke Tegal. Memberikan
dukungan untuk bisa tabah, untuk kembali bangkit dan tetap bersemangat mengapai
cita-cita. Pelukan hangat dari mereka memberi semangat, ya mereka
sahabat-sahabat seperjuangan di kampus Unsoed. Ya kita pernah cape bersama,
pernah bingung bersama cari dana padahal agenda sudah dekat, pernah bertengkar
namun cepat juga berdamai, pernah berjualan bawang bersama kerumah-rumah untuk
suksesi acara. Kita juga pernah makan bersama malam-malam usai menyiapkan acara,
pernah tidur dalam masjid bersama, pernah bersama-sama senang dan tersenyum
melihat agenda sukses. Terimakasih ya Allah, Engkau kirimkan sahabat-sahabat
yang banyak dan mereka dari semua fakultas yang ada di Unsoed. Maka jadikanlah
aku tetap berjuang menegakkan agama-Mu karena Engkau akan kirimkan sahabat-sahabat
yang baik dimanpun aku berada. Dan jadikanlah aku bukan orang yang kikir,
karena merekapun tidak kikir terhadap saudaranya namun menginginkan kebaikan
untuk saudaranya. “Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka
itulah orang-orang yang beruntung.” ( QS. Al Hasyr :9). Kalau ada yang
bertanya kapan cerita ini terjadi, akan ku jawab tanggal 25 dan 26 Desember
2010 silam.
Ayah dengarlah
Betapa sesungguhnya ku mencintaimu
Kan kubuktikan
Kumampu penuhi maumu….
(Ada Band)
17.27
Unknown


0 komentar:
Posting Komentar