Tampilkan postingan dengan label KEPAHLAWANAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KEPAHLAWANAN. Tampilkan semua postingan

Minggu, Agustus 17, 2014

"Terimakasih Ayah, sudah menjadi bagian dari perjuangan rakyat Indonesia untuk merdeka...."

by @pujijea

Tetiba teteskan airmata. Biasanya setiap malam 17an, ayahku (alm) sll diundang memberi wejangan di koramil. Ayahku dulu komandan di koramil itu.

Beliau sll cerita perjuangan angkatan 45 lawan Belanda dan Jepang. Ayahku gerilya di hutan. Terkadang kalau lewat rmh pdudk, beliau dan temanteman dijamu.

Malam ini aq mw mengenang ayahku, yg memperjuangkn kemerdekaan RI tanpa pamrih, hny ingin Indonesia merdeka. Itu saja.

Stl Indonesia merdeka, musuh dtg lg, kali ini PKI. Konon ayahku masuk blacklist yg mw dibunuh PKI. Mulai ninggalin kelg lagi, sembunyi dari kejaran mrk.

Ayahku tak pernah berhenti berjuang. Stl pensiun dr tentara, beliau jd anggota DPRD II kab Bms selama 2 periode. Kmd jd ketua Pepabri n Veteran.

Ayahku jd ketua Pepabri dan Veteran di tingkat kecamatan. Sll rajin upacara 17 an di Purwokerto, meskipun beliau sudah sepuh.

Semangatnya luar biasa, pidatonya sll berapi-api. Yg kuingat dr pidatonya; Jadilah bangsa yg mandiri, berdikari, berdiri diatas kaki sendiri!

Kini ayahku tak lg bisa pidato di dpn para tentara koramil, anggota pepabri maupun veteran. Tp aq tak bs hapus isi pidatonya, terngiang terus...

Beruntung aq sering diajak ayah dan ibuku ke acara-acara mrk. Teman-teman ayahku ku sll bilang "ayahmu org hebat". Tenyata beliau memang hebat.

Dan kini aq mengenang ayahku dg menangis. Terimakasih, sudah menjadi bagian dari perjuangan rakyat Indonesia utk merdeka....

pkspiyungan.org

Read more »

Ucapan Selamat Hari Kemerdekaan Untuk Indonesia dari Gaza


Hari ini, Ahad 17 Agustus 2014, rakyat Indonesia memperingati hari kemerdekaannya yang ke-69. Terkait dengan hal tersebut, salah seorang warga Palestina di Gaza mengirimkan surat ucapan selamat hari kemerdekaan untuk bangsa Indonesia.

Surat tersebut dirilis dan diterjemahkan oleh Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP), Sabtu (16/8/2014). Berikut ini surat ucapan selengkapnya yang ditulis oleh Fursan Khalifa warga Gaza, Palestina:

 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada junjungan kita, Muhammad SAW.

Keluarga dan saudara kami yang mulia dan tercinta di Indonesia, pada peringatan hari kemerdekaan yang telah dibayar dengan nyawa para syuhada, darah dan tahanan para pejuang.
Para pejuang Bangsa Indonesia sudah merasakan sebagaimana yang saat ini dirasakan bangsa Palestina, seperti pembunuhan dan penghancuran atas tanah dan bangsa kami.

Bangsa Indonesia sudah berjuang dan mengusir penjajah Belanda dengan penuh keberanian dan heroisme persis sebagaimana kami saat ini, para pejuang Palestina yang berjuang melawan penjajah zionis Israel.

Pemimpin bangsa Indonesia, Sukarno dan Hatta telah berjuang mengusir penjajah, dan sekarang di Palestina bangsa kami dan para pemimpin kami seperti Abul Abd Haniyah, Muhammad Addayf sedang berjuang untuk mengembalikan hak-hak kami yang direnggut penjajah zionis.

Sungguh penjajah itu sudah melakukan kejahatan kemanusiaan yang sangat luar biasa kepada bangsa Indonesia sebagaimana juga yang saat ini dilakukan oleh penjajah zionis kepada bangsa kami di Palestina, terutama di Gaza.

Untuk itu, kita adalah bangsa yang sama-sama telah merasakan hidup sakit di bawah tekanan dan kejahatan penjajah, kami berharap kepada Allah dalam waktu yang dekat, Palestina Merdeka sebagaimana bangsa Indonesia telah merdeka.

Kami melihat dan merasakan sendiri, masyarakat Gaza mencintai bangsa Indonesia, di setiap sudut-sudut kota Gaza ada bantuan- bantuan yang sudah sampai kepada kami dari lembaga-lembaga kemanusiaan yang berasal dari Indonesia.

Dan Gaza pada saat bangsa Indonesia sedang memperingati hari kemerdekaannya semoga menjadi inspirasi bagi kami untuk membebaskan Al-Quds, Al-Aqsha dan Palestina secara keseluruhan.

Salam CINTA dari saudaramu di Gaza, dan juga salam CINTA dari saudara-saudaramu yang masih mendekam di penjara-penjara zionis di tepi barat.

Salam dari saya,

Fursan Khalifa (Abul Abbas)
Gaza, 16/8/2014

Dalam catatan sejarah, dukungan untuk kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 pertama kali dimulai dari Palestina dan Mesir. Hal tersebut terungkap dalam buku berjudul “Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri” yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia, M. Zein Hassan Lc.

*sumber: dakwatuna

(foto: suasana Agustusan di pelosok Jogja... jalan Jogja-Wonosari, foto by admin @pkspiyungan)
Read more »

Selasa, Desember 03, 2013

Seri-3 Keberanian, Mencari Pahlawan Indonesia (Oleh Anis Matta)

                                   3
                          Keberanian

Saudara yang paling dekat dari naluri kepahlawanan
adalah keberanian. Pahlawan sejati selalu merupakan
seorang pemberani sejati. Tidak akan pernah
seseorang disebut pahlawan, jika ia tidak pernah
membuktikan keberaniannya. Pekerjaan-pekerjaan besar
atau tantangan-tantangan besar dalam sejarah selalu
membutuhkan kadar keberanian yang sama besamya
dengan pekerjaan dan tantangan itu. Sebab, pekerjaan
dan tantangan besar itu selalu menyimpan risiko. Dan,
tak ada keberanian tanpa risiko.
Naluri kepahlawan adalah akar dari pohon kepahlawanan.
Akan tetapi, keberanian adalah batang yang
menegakkannya. Keberanian adalah kekuatan yang
tersimpan dalam kehendak jiwa, yang mendorong seseorang
untuk maju menunaikan tugas, baik tindakan
maupun perkataan, demi kebenaran dan kebaikan, atau
untuk mencegah suatu keburukan dan dengan menyadari
sepenuhnya semua kemungkinan risiko yang
akan diterimanya.
Cobalah perhatikan ayat-ayat jihad dalam Al-Qur'an.
Perintah ini hanya dapat terlaksana di tangan para
pemberani. Cobalah perhatikan betapa Al-Qur'an memuji
S
ketegaran dalam perang, dan sebaliknya membenci para
pengecut dan orang-orang yang takut pada risiko
kematian. Apakah yang dapat kita pahami dari hadits
riwayat Muslim ini, "Sesungguhnya pintu-pintu surga itu
berada di bawah naungan pedang?" Adakah makna lain,
selain dari kuatnya keberanian akan mendekatkan kita
ke surga? Maka, dengarlah pesan Abu Bakar kepada
tentara-tentara Islam yang akan berperang, "Carilah
kematian, niscaya kalian akan mendapatkan kehidupan."
Sebagian dari keberanian itu adalah fitrah yang tertanam
dalam diri seseorang. Sehagian yang lain biasanya
diperoleh melalui latihan. Keberanian, baik yang
bersumber dari fitrah maupun melalui latihan, selalu
mendapatkan pijakan yang kokoh pada kekuatan
kebenaran dan kebajikan, keyakinan dan cinta yang kuat
terhadap prinsip dan jalan hidup, kepercayaan pada hari
akhirat, dan kerinduan yang menderu-deru untuk
bertemu Allah. Semua itu adalah mata air yang mengalirkan
keberanian dalam jiwa seorang mukmin. Bahkan,
meskipun kondisi fisiknya tak terlalu mendukungnya,
seperti jenis keberanian Ibnu Mas'ud dan Abu Bakar. Sebaliknya,
ia bisa menjadi lebih berani dengan dukungan
fisik, seperti keberanian Umar, Ali, dan Khalid.
Akan tetapi, Islam hendak memadukan antara keberanian
fitrah dan keberanian iman. Maka, beruntunlah
ajaran-ajarannya menyuruh umatnya melatih anak-anak
untuk berenang, berkuda, dan memanah. Dengarlah
sabda Rasulullah saw, "Ajarilah anakmu berenang sebelum
menulis. Karena ia bisa diganti orang lain jika ia
tak pandai menulis, tapi ia tidak dapat diganti orang lain
jika ia tak mampu berenang."
Dengar lagi sabdanya, "Kekuatan itu pada memanah,
kekuatan itu pada memanah, kekuatan itu pada
memanah." Itu semua sekelompok keterampilan fisik
yang mendukung munculnya keberanian fitrah. Tinggal
lagi keberanian iman. Maka, dengarlah nasehat Umar,
"Ajarkanlah sastra kepada anak-anakmu, karena itu
dapat mengubah anak yang pengecut menjadi pemberani."
Dan kepada orang-orang Romawi yang berlindung di
balik benteng di Kinasrin, Khalid berkata, "Andaikata
kalian bersembunyi di langit, niscaya kuda-kuda kami
akan memanjat langit untuk membunuh kalian. Andaikata
kalian berada di perut bumi, niscaya kami akan
menyelami bumi untuk membunuh kalian." Roh keberanian
itu pun memadai untuk mematikan semangat
perlawanan orang-orang Romawi. Mereka takluk. Mungkinkah
kita mendengar ungkapan itu lagi hari ini?
Read more »

Senin, Desember 02, 2013

SERI-2 Naluri Kepahlawanan, Mencari Pahlawan Indonesia (Anis Matta)

                2
Naluri Kepahlawanan


Pekerjaan-pekerjaan besar dalam sejarah hanya
dapat diselesaikan oleh mereka yang mempunyai
naluri kepahlawanan. Tantangan-tantangan besar
dalam sejarah hanya dapat dijawab oleh mereka yang
mempunyai naluri kepahlawanan. Itulah sebabnya kita
menyebut para pahlawan itu orang-orang besar.
Itu pula sebabnya mengapa kita dengan sukarela
menyimpan dan memelihara rasa kagum kepada para
pahlawan. Manusia berhutang budi kepada para
pahlawan mereka. Dan kekaguman adalah sebagian dari
cara mereka membalas utang budi.
Mungkin, karena itu pula para pahlawan selalu
muncul di saat-saat yang sulit, atau sengaja dilahirkan di
tengah situasi yang sulit. Mereka datang untuk membawa
beban yang tak dipikul oleh manusia manusia di
zamannya. Mereka bukanlah kiriman gratis dari langit.
Akan tetapi, sejarah kepahlawanan mulai dicatat ketika
naluri kepahlawanan mereka merespon tantangantantangan
kehidupan yang berat. Ada tantangan dan
ada jawaban. Dan hasil dari respon itu adalah lahirnya
pekerjaan-pekerjaan besar.
P
Tantangan adalah stimulan kehidupan yang disediakan
Allah untuk merangsang munculnya naluri kepahlawanan
dalam diri manusia. Orang-orang yang tidak
mempunyai naluri ini akan melihat tantangan sebagai
beban berat, maka mereka menghindarinya dan dengan
sukarela menerima posisi kehidupan yang tidak terhormat.
Namun, orang-orang yang mempunyai naluri
kepahlawanan akan mengatakan tantangan-tantangan
kehidupan itu: Ini untukku. Atau seperti ungkapan
orang-orang shadiq dalam perang Khandaq yang
diceritakan Al-Qur' an,
Dan tatkala orang-orang beriman melihat golongangolongan
yang saling bersekutu itu, (dalam menghadapi
orang-orang beriman), mereka berkata, 'Inilah yang
dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita.' Dan
benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu
tidaklah menambah kepada mereka, kecuali iman dan
ketundukkan. (AI-Ahzab: 22)
Naluri kepahlawanan lahir dari rasa kagum yang
dalam kepada kepahlawanan itu sendiri. Hal itu akan
menggoda sang pengagum untuk melihat dirinya
sembari bertanya, Apa engkau dapat melakukan hal
yang sama? Dan jika ia merasa memiliki kesiapankesiapan
dasar, maka ia akan menemukan dorongan
yang kuat untuk mengeksplorasi segenap potensinya
untuk tumbuh dan berkembang. Jadi, naluri kepahlawanan
adalah kekuatan yang mendorong munculnya
potensi-potensi tersembunyi dalam diri seseorang,
kekuatan yang berada di balik pertumbuhan ajaib
kepribadian seseorang.
Dalam serial Jenius-jenius Islam, Abbas Mahmud Al-
Aqqad menemukan kunci kepribadian Abu Bakar As-
Shiddiq dalam kata kekaguman kepada kepahlawanan.
Kunci kepribadian, kata Al-Aqqad, adalah perangkat
lunak yang dapat menyingkap semua tabir kepribadian
seseorang. la berfungsi seperti kunci yang dapat
membuka pintu dan mengantar kita memasuki semua
ruang dalam rumah itu. Dan kita hanya dapat
memahami pekerjaan-pekerjaan besar yang telah diselesaikan
Abu Bakar dalam kunci rahasia ini. Apakah
Anda juga memiliki kunci rahasia itu? Saya tidak tahu.
Read more »

Minggu, Desember 01, 2013

SERI Mencari Pahlawan Indonesia (Anis Matta)

                 1
O, Pahlawan Negeriku

Di masa pembangunan ini", kata Chairil Anwar
mengenang Diponegoro, "Tuan hidup kembali.
Dan bara kagum menjadi api".
Kita selalu berkata jujur kepada nurani kita ketika kita
melewati persimpangan jalan sejarah yang curam. Saat
itu kita merindukan pahlawan. Seperti Chairil Anwar
tahun itu, 1943, yang merindukan Diponegoro. Seperti
juga kita saat ini. Saat ini benar kita merindukan
pahlawan itu. Karena krisis demi krisis telah merobohkan
satu per satu sendi bangunan negeri kita. Negeri ini
hampir seperti kapal pecah yang tak jemu-jemu dihantam
gunungan ombak.
Di tengah badai ini kita merindukan pahlawan itu.
Pahlawan yang, kata Sapardi, "telah berjanji kepada
sejarah untuk pantang menyerah". Pahlawan yang kata
Chairil Anwar, "berselempang semangat yang tak bisa
mati." Pahlawan yang akan membacakan "Pernyataan"
Mansur Samin:
D
Demi amanat dan beban rakyat
Kami nyatakan ke seluruh dunia
Telah bangkit di tanah air
Sebuah aksi perlawanan
Terhadap kepalsuan dan kebohongan
Yang bersarang dalam kekuasaan
Orang-orang pemimpin gadungan
Maka datang jugalah aku ke sana, akhirnya.Untuk kali
pertama. Ke Taman Makam Pahlawan, di Kalibata.
Seperti dulu aku pernah datang ke makam para sahabat
Rasulullah saw di Baqi' dan Uhud, di Madinah. Karena
kerinduan itu. Dan kudengar Chairil Anwar seperti
mewakili mereka:
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum apa-apa
Kami sudah beri kami punya jiwa
Kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan
arti 4-5 ribu nyawa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang
berserakan
Tulang-tulang berserakan itu. Apakah makna yang
kita berikan kepada mereka? Ataukah tak lagi ada
wanita di negeri ini yang mampu melahirkan pahlawan?
Seperti wanita-wanita Arab yang tak lagi mampu
melahirkan lelaki seperti Khalid bin Walid? Ataukah tak
lagi ada ibu yang mau, seperti kata Taufiq Ismail di
tahun 1966, "merelakan kalian pergi berdemonstrasi..
karena kalian pergi menyempurnakan..Kemerdekaan
negeri ini."
Tulang belulang berserakan itu. Apakah makna yang
kita berikan kepada mereka? Ataukah, seperti kata
Sayyid Quthub, "Kau mulai jemu berjuang, lalu kau
tanggalkan senjata dari bahumu?"
Tidak! Kaulah pahlawan yang kurindu itu. Dan beratus
jiwa di negeri sarat nestapa ini. Atau jika tidak,
biarlah kepada diriku saja aku berkata: jadilah pahlawan
itu.
Read more »

Selasa, November 12, 2013

Semua Kita Adalah Pahlawan


Pemberian gelar pahlawan yang diotoritaskan oleh pemerintah kepada nama-nama tertentu, dengan seabrek kriteria dan seterusnya, memang bertujuan untuk mengetatkan. Supaya tidak sembarang orang bisa 'mengaku' sebagai pahlawan. Meskipun, hal ini berdampak negatif juga. yakni, sempitnya makna pahlawan itu sendiri.

Karena sejatinya, pahlawan itu, sederhananya, adalah mereka yang memiliki jasa. Maka mereka, jumlahnya tak terhitung.

Sehingga, dalam kamus kehidupan kita, pahlawan adalah ibu kita. Yang telah mempertaruhkan nyawa satu-satunya, untuk kehidupan kita. Padahal, ibu tak benar-benar tahu, bahwa kelak ketika besar, kita akan membuatnya bangga.

Pahlawan juga ayah kita. Kerja cintanyalah, salah satunya, yang membuat kita bertumbuh hingga sebesar ini. Beliau memeras darah dan keringatnya untuk pertumbuhan kita. Meskipun, tak jarang, kita selalu membuat beliau kecewa. Bahkan mungkin, saat ini, belum ada yang bisa kita berikan untuk membuat beliau bangga.

Guru kita. Baik guru ngaji, sekolah, atau siapapun yang telah mentransfer ilmu untuk kita, merekalah pahlawan kita sejatinya. Dengan sabar dan cinta, mereka mendewasakan kita dengan ilmu. Dengan bimbingannya, kita bisa lebih arif dalam memaknai kehidupan yang semakin buas ini.

Akhirnya, banyak sekali pahlawan-pahlawan dalam kehidupan kita. Yang disadari ataupun tidak.

Bagi seorang suami, sudah selayaknyalah menjadikan istri mereka sebagai pahlawan. Dia telah menggadaikan kesenangannya untuk kesenangan kita. Rela bergadang menunggu suaminya pulang, bangun ketika pagi buta untuk menyediakan sarapan dan bekal untuk kita, juga anak-anak kita, mencuci, masak dan aneka pekerjaan domestik lainnya. Kesemuanya itu, dilakukan sepenuh cinta. Bukan untuk yang lain, tetapi untuk kita yang ia cintai. Padahal, dulunya, suaminya, siapapun, hanyalah orang asing yang tidak ada jaminan bahwa kita akan bisa menjadikan sarana untuk mereka bahagia.

Bagi istri, suamipun demikian. Pahlawan mereka sejatinya. Meski suami-suami itu bukan siapa-siapa, dan mungkin belum memberikan banyak hal kepada kita. Tetapi keberanian mereka untuk meminta ijin kepada orang tua anda, setidaknya sudah menjadi bukti bahwa mereka sungguh-sungguh. Mereka mengambil keputusan itu bukan dengan pertimbangan judi. Tapi sebuah harapan, agar anda, kelak bisa menjadi sahabat sejatinya, di sepanjang hari, selama sisa hidup kita. Untuk bersama dalam taqwa, untuk bersama menjejaki surga.

Maka akhirnya, pahlawan bukan pertanyaan, siapa saja mereka. Tetapi lebih pada sebuah perenungan, apa yang sudah kita berikan untuk orang-orang yang kita cintai? Keluarga juga umat di sekitar kita? Sehingga, ketika saat ini, belum bisa melakukan sesuatu apapun, jangan kan untuk orang lain, diri sendiri saja belum jelas masa depannya, nampaknya kita harus terus berlari. Sekencang mungkin, untuk menuju kepada Allah. Karena sejatinya, semua kita adalah pahlawan. []



Penulis : Pirman
Redaksi Bersamadakwah.com, Owner Toko Buku Bahagia
Read more »

Sabtu, Oktober 26, 2013

Target Buka Lapangan Kerja, Heryawan Incar Industri Tekstil Turki



Istanbul. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pada hari kedua kunjungan kerjanya di Istanbul, Turki, Jumat (25/10/2013), fokus menggelar pertemuan bisnis dengan kalangan dunia usaha setempat.
Bersama delegasi kerjasama ekonomi yang menyertainya, Heryawan juga mengunjungi pabrik tekstil milik Cak Group, salah satu kampiun bisnis Turki.
Selain menekuni industri tekstil dan produk tekstil (TPT) sejak 1948, Cak Group juga menjadi pelaku utama industri kimia, energi, jasa asuransi, dan ritel. Belakangan melebarkan sayap usaha ke sektor manufaktur, ekspor-impor mebel dan dekorasi, serta jasa jual-beli online.
Gebrakan besar terbaru grup bisnis yang kini memiliki 21 perusahaan tersebut yakni pendirian pabrik busana olahraga berplatform nasional dan internasional. Dua pabriknya di Provinsi Istanbul dan Sakarya masing-masing beroperasi dengan kapasitas 17 juta lembar pakaian per tahun.
Divisi busana olahraga tersebut telah meluncurkan dua merek: LTB dan Turquality. Cak Group menargetkan perusahaannya itu menciptakan 10 merek skala internasional pada 10 tahun beroperasi.
Gubernur Heryawan saat diterima pemilik dan manajemen Cak Group menjelaskan, industri TPT Indonesia sebagian besar beroperasi di berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat (Jabar). Bahkan, Kabupaten Majalengka oleh pemerintah pusat dijadikan sebagai sentra industri TPT.
Sejumlah pabrik TPT dengan teknologi modern berdiri di Majalengka. salah satu yang terakhir: PT Jaba Garmindo di Desa Banjaran, Kecamatan Sumberjaya. Investor TPT semakin antusias masuk Majalengka karena Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati akan beroperasi di kabupaten ini.
“Sangat tepat bila Cak Group memanfaatkan potensi industri TPT kami, mulai kerjasama perdagangan hingga pendirian pabrik di Jawa Barat,” ujar Heryawan kepada jajaran Cak Group.
Usai meninjau bagian produksi tekstil Cak Group, Gubernur Heryawan kepada pers menjelaskan, pihaknya melirik industri TPT Turki karena besarnya peluang kerjasama di sektor ini. Jabar, tegasnya, juga bukan pelaku baru dalam industri TPT.
Heryawan menambahkan, upaya menggandeng pelaku industri tekstil Turki juga didasari target untuk terus menciptakan lapangan kerja baru bagi warga Jabar. Sektor TPT salah satu sektor industri yang mampu menyerap tenaga kerja.
“Beberapa bulan lalu, saya menyatakan untuk membuka lapangan kerja dalam jumlah tidak sedikit setiap tahun. Ini salah satu upaya kita untuk mewujudkannya,” ujar Gubernur yang kerap disapa Aher ini.
Ditambahkan, ia telah memerintahkan Kepala Dinas Perdagangan Ferry Sofyan Arif dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Dadang Mohamad yang menyertainya, untuk mem-follow-up pertemuan hingga kerjasama terjalin nantinya.
Pada hari yang sama, Gubernur Heryawan dan rombongan melakukan pertemuan dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Istanbul. (ahermediacenter/sbb/dakwatuna)
 
dakwatuna.com
Read more »

Rabu, Oktober 09, 2013

Forum Masyarakat Purbalingga Peduli Mesir dan Suriah


 Purbalingga. Kepedulian publik akan tragedi kemanusiaan yang menimpa Mesir dan Suriah terus berlanjut. Kali ini kepedulian ditunjukkan oleh masyarakat Purbalingga. Masyarakat yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Purbalingga Peduli Mesir dan Suriah, forum ini melakukan aksi penggalangan dana kemanusiaan pada Ahad, (6/10) bertempat di GOR Mahesa Jenar Purbalingga.
Forum Masyarakat Purbalingga Peduli Mesir dan Suriah menggelar Tabligh Akbar Solidaritas Mesir dan Suriah yang dihadiri oleh Ustadz Tri Wahyudi (Dai Muda ANTV dan AKSI Indosiar), dimeriahkan Azzam Nasyid dan orasi kemanusiaan dari Aksi Cepat Tanggap (ACT), dan seni budaya pelajar.
Acara yang digelar selama empat jam itu berhasil mengumpulkan uang tunai sekitar 10 juta dan barang lelang berupa laptop, televisi dan hand phone. Acara dihadiri oleh masyarakat umum dan pelajar dari tingkat SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.
Ustadz Tri Wahyudi mengajak dan menghimbau masyarakat agar menaruh perhatian dan kepedulian terhadap dunia Islam, karena sesungguhnya setiap muslim bersaudara, “ apa yang dirasakan oleh umat Islam berupa kesulitan dan penderitaan karena bencana alam dan bencana kemanusiaan juga merupakan penderitaan kita, sehingga sudah selayaknya kita saling bantu membantu” ungkapnya.
Aat Sohihat, perwakilan dari ACT mengatakan bahwa panitia yang tergabung dalam Forum Masyarakat Purbalingga Peduli Mesir dan Suriah akan terus melakukan penggalangan dana kemanusiaan sebagai bentuk solidaritas masyarakat Purbalingga atas tragedi kemanusiaan yang menimpa muslim Mesir dan Suriah. (suriadi/act/sbb/dakwatuna)
dakwatuna.com
Read more »

 

KAJIAN KEISLAMAN DAN KEILMUAN

BERITA DAERAH

POLITIK