Tampilkan postingan dengan label POLITIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label POLITIK. Tampilkan semua postingan

Rabu, April 22, 2015

Diikuti 21 Kepala Negara Asia-Afrika, Ini Jadwal KAA di JCC Hari ini

Jakarta - Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika mencapai puncaknya hari ini. Setelah pada Senin (20/4) dan Selasa (21/4), pejabat senior dan menteri berkumpul, kini giliran para kepala negara dan kepala pemerintahan yang membahas dokumen-dokumen KAA.

Para kepala negara akan berdatangan ke Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (22/4/2015), mulai pukul 08.00 WIB. Presiden RI Joko Widodo akan menyambut para kepala negara tersebut.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi foto pada pukul 09.00 WIB. Selain pemimpin dari negara-negara Asia Afrika, kepala delegasi dari negara-negara peninjau juga mengikuti sesi foto.

Seluruh peserta lalu masuk ke dalam Plenary Hall JCC untuk mengikuti upacara pembukaan. Presiden Jokowi dijadwalkan akan memberikan sambutan. Usai upacara pembukaan, para kepala negara akan mengikuti plenary session selama 2 jam.

Jubir Kemlu Armanatha Nasir menyebut, sampai dengan saat ini ada 21 kepala negara yang memastikan kehadirannya. Dari 21 kepala negara tersebut, Tata memastikan PM Jepang Shinzo Abe dan Presiden Tiongkok Xi Jinping akan hadir. Sedangkan kepala negara India batal hadir.

"116 negara yang hadir, 10 di antaranya dari OKI (Organisasi Kerja Sama Islam). Sebanyak 21 kepala negara hadir dan sisanya (dihadiri oleh) wapres, wakil perdana menteri dan sebagainya," ujar pria yang biasa disapa Tata ini kepada wartawan di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (21/4/2015).

Berikut adalah jadwal kegiatan Asian-African Summit hari ini seperti yang diperoleh detikcom di lokasi acara:

08.00-08.45 Kedatangan Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan. Presiden RI menyambut para Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan di Assembly Hall 2, JCC
09.00-09.10 Sesi Foto yang diikuti Kepala Negara, Kepala Pemerintahan, dan Kepala Delegasi negara-negara Asia-Afrika serta Kepala Delegasi negara peninjau di Main Lobby JCC
09.15-09.45 Upacara Pembukaan di Plenary Hall JCC: Penampilan Kebudayaan dan Pidato Pembukaan dari Presiden Republik Indonesia
09.50-10.25 Coffee Break
10.20-12.30 Plenary Session 1 yang diikuti Kepala Negara, Kepala Pemerintahan, dan Kepala Delegasi di Plenary Hall, JCC
12.35-13.30 Makan Siang


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB 


sumber : detik.com
Read more »

Minggu, Agustus 17, 2014

Di Hari Kemerdekaan, Novela Belum Merdeka




Novela Nawipa, perempuan Papua yang berani menyeruakan kebenaran di panggung Mahkamah Konstitusi terancam. Keselamatannya sekarang seperti para pejuang kemerdekaan yang terus diburu penjajah. Icon sidang gugatan Pilpres inipun belum bisa kembali ke tanah leluhur yang dicintainya, Papua.

Beruntung masih ada Jenderal (purn) Djoko Santoso. Mantan Panglima TNI ini menampung saksi Prabowo-Hatta dari Papua di rumahnya, usai mendapat ancaman setelah memberikan keterangan di Mahkamah Konstitusi. Di antara mereka salah satunya Novela Nawipa.

Sejumlah saksi Tim Prabowo-Hatta seperti Novela mendapat ancaman, karena keterangannya dalam sidang sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Pilpres 2014, dari sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab.

"Novela dan kawan-kawan mendapat ancaman, dan ketakutan untuk pulang. Sehingga sementara ini meminta pengamanan dan saya mempersilakan mereka tinggal di rumah," kata Djoko dalam keterangan persnya di Jakarta, Sabtu (16/8/2014), seperti diberitakan okezone.

Tim Hukum Prabowo-Hatta Mahendradatta menambahkan, sebelum rumah Novela dirusak, Koordinator Saksi Prabowo-Hatta asal Papua juga mendapat ancaman. "Ada juga ancaman ke koordinator saksi kami, dan tidak langsung ke Novela," ucap Mahendra.

Djoko mendesak Badan Intelejen Negara mengusut keterlibatan oknum aparat kepolisian dalam Pilpres 9 Juli 2014 lalu. Sebagaimana kesaksian saksi Prabowo-Hatta dalam persidangan di MK, Selasa (12/8/2014), ada pihak keamanan ikut intervensi.

Di Hari Kemerdekaan ini masih banyak yang belum mendapat jaminana kemerdekaan.... salahsatunya Novela Nawipa, srikandi Papua.


pkspiyungan.org
Read more »

Sabtu, Agustus 16, 2014

Hasil Audit Korupsi Bus TransJakarta, Negara Rugi Rp 54 Miliar


JAKARTA -- Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) telah menyerahkan hasil audit proyek pengadaan Bus TransJakarta dan peremajaan bus anggkutan umum reguler tahun pada Dinas Perhubungan DKI Jakarta TA 2013 kepada Kejaksaan Agung.

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Tony T Spontana mengatakan, dari hasil audit yang diserahkan BPKP, kerugian negara atas mark up proyek yang memakan anggaran Rp 1,5 Triliun itu mencapai Rp 54,389.065.200.

"Kerugian keuangan negara dari hasil audit BPKP,  telah ditetapkan sebesar Rp 54,3 miliar," ujar Tony, Jumat (15/8/2014) seperti diberitakan ROL.

Tony mengatakan, penyidik kejagung telah menambah tiga tersangka yang sebelumnya menjadi saksi atas kasus korupsi tersebut.

Tiga orang tersangka itu dari pihak swasta yaitu, Budi Susanto selaku Direktur Utama PT New Armada (PT Mobilindo Armada Cemerlang), Agus Sudiarso selaku Dirut PT Ifani Dewi, dan Chen Chong Kyeon (CCK) selaku Dirut PT Korindo Motors.

"Mereka para rekanan penyedia barang, penyidik menetapkan tersangka setelah memperoleh keterangan 60 saksi," kata dia.

Kasus ini terus bergulir dan sudah membuat Udar Pristono melepaskan jabatannya sebagai Kadishub DKI Jakarta dan menjadi tersangka. Tersangka lainnya ialah, Direktur Pusat Teknologi Industri dan Sistem Transportasi BPPT Prawoto.

Drajat Adhyaksa selaku Pejabat Pembuat Komitmen Pengadaan Bus Peremajaan Angkutan Umum Reguler dan Kegiatan Pengadaan Armada Bus Transjakarta dan Setyo Tuhu sebagai Ketua Panitia Pengadaan Barang/Jasa Bidang Pekerjaan Konstruksi 1 Dinas Perhubungan DKI Jakarta.


Read more »

Jumat, April 04, 2014

"Untuk Apa Dukung Berantas Korupsi Tapi Dukung Partai Terkorup?"

by @hafidz_ary

1) org yg paling kompeten datang ke @matanajwa malam ini (2/4/2014) adalah @Fahrihamzah | malah ICW yg terkesan partisan yg diundang.

2) selama KPK fokus pada festivalisasi, dan diduga kuat pesanan politik, dan ICW nya gak berani sama partai terkorup, korupsi ga akan beres.

3) KPK festivalisasi, ICWnya partisan, partai terkorup didukung media, partai terbersih dibully, masyarakat nya pragmatis. #klop

4) ada org bilang : "gw dukung KPK berantas korupsi" | eh, nyoblosnya #partaiterkorup. #split

5) "dukung KPK berantas korupsi" | nyoblosnya partai terkorup. bencinya sama partai terbersih. #split #sakit

6) "gw dukung KPK berantas korupsi" trus twitnya "jangan lupa pilih partai terkorup" "asal bukan partai terbersih". #sakit

7) kok bs banyak orang #split ? banyak org #sakit dan logika di kepalanya berantem?

8) kalo dukung pemberantasan korupsi, ya dukung partai terbersih, partai yg berhasil mberi contoh meredam korupsi.

9) "krn gw benci korupsi maka gw pilih partai #terkorup" gimana bisa?



10) ada Partai Paling bersih, eh nyoblosnya partai Paling Korup.

11) ada partai paling damai, eh nyoblosnya partai paling rusuh.

12) ada partai yg paling sigap membantu bangsa saat terkena bencana, eh pilih partai yg duduk duduk dan datang saat pemilu aja.

13) ada partai yg tertib, eh malah pilih partai yg semrawut.

14) ada partai yg kampanyenya cerdas, malah pilih yg dangdut erotis.

15) sebenernya bangsa ini mau sembuh atau mau lanjutkan amburadulnya?

16) ada partai yg mengandalkan kerja super team, eh malah pilih partai yg berbasis figur yg dikarbit.

17) ada partai yg punya platform yg jelas utk republik, malah pilih partai yg bungkusan figur tp isinya kosong.

18) jadi sebenernya kita sebagai bangsa ini ingin Indonesia berubah atau tdk?

19) mengkritik KPK sambil jadi partai terbersih gak boleh, anda gak mau kritik KPK tapi milih partai terkorup?

20) kenapa PKS mengkritik KPK? krn PKS tau solusi pemberantasan korupsi yg sistemik. bukan skedar festivalisasi.

21) sebenernya ingin Indonesia berubah atau ingin mempertahankan keterpurukan?

23) gpp partai terkorup, ter erotis, ter bolos, ter rusuh, yg penting capresnya mas joko. | mas jokonya pun amburadul mimpin jakarta.


*sumber: http://chirpstory.com/li/197950























Read more »

Senin, Maret 17, 2014

Deklarasi Kampanye Damai: Caleg Lain Dangdutan, Caleg PKS Baca Al-Qur'an

PADANG - Sejak Pukul 09.00 WIB Puluhan Mobil dengan atribut berbagai partai politik memadati Balai Kota Padang di Air Pacah, Ahad (15/3)

Puluhan mobil yang hadir lengkap dengan atribut-atribut seluruh partai politik peserta pemilu 2014 untuk melaksanakan kirab dan juga deklarasi kampanye damai yang diselenggarakan oleh KPU Kota Padang.

Acara kirab dan juga deklarasi Kampanye damai ini dilakukan serentak di seluruh kabupaten/ kota di Indonesia.

Ada yang menarik dalam suasana kampanye damai di Kota Padang, yaitu ketika para caleg dan simpatisan dari berbagai partai politik hanyut dalam joget bersama artis daerah menjelang pembukaan deklarasi kampanye damai.

Terdapat partai yang tidak nampak satupun calegnya ikut serta berjoget mengikuti lantunan musik, partai yang dimaksud adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Uniknya disaat para caleg dan simpatisan partai lainnya asik berjoget, para caleg dari PKS justru membuka al-Qur'an dan membacanya.

Sebagian ada yang membaca Al-Qur'an berukuran kecil yang muat dibawa di saku dan ada juga yang membaca Al-Qur'an melalui aplikasi di smartphone masing-masing.

Hal itu mereka lakukan untuk mengisi waktu sebelum seluruh peserta Kirab hadir di lokasi acara dan juga kampanye damai di resmikan. (han/kasurau)
Read more »

Surat Cinta Anak-anak Muda Kader PKS

Kami bukanlah siapa-siapa, hanya anak-anak muda yang mencoba berkarya. Tak sekedar karya tapi juga ingin turut serta goreskan garis sejarah dalam tapak perjuangan seperti abinda dan umminda yang kami cinta.

Hari demi hari kami lalui, menyaksikan betapa partai ini diuji. Namun yang kami dapati, mereka tetap dekat dan melayani.

Ah, siapalah kami dalam barisan dakwah ini. Muda-mudi yang belum pandai kemudikan diri, masih banyak yang harus kami pelajari.

Ummi dan Abi yang kami cintai…

Jikalau anak mu ini tak pandai menyusuri jejak mu, tetaplah rangkul kami, dekap kami dalam kasih sayang mu. Jangan pernah henti ajari kami, menikmati manis pahit rasa dalam dakwah ini. Sungguh sadar diri ini, terkadang membuat Ummi dan Abi dalam kesulitan dan kekhawatiran mendalam.

Maafkan kami…

Ummi dan Abi yang kami cintai…

Izinkan kami melukiskan cinta ini, izinkan kami bekerja riang dalam perjuangan ini, izinkan kami ciptakan harmoni dalam keluarga besar ini…

Ummi kami yang tercinta, terima kasih telah lahirkan kami dari rahim mu yang mulia.

Abi kami yang tercinta, terima kasih telah besarkan kami dalam warna perjuangan mu yang mulia.

Manis ukhuwah di partai dakwah, rasanya membuat kami nyaman berada di dalamnya.

Tulus hati ini menyemai cinta, terbias dalam kerja, untuk ciptakan harmoni keluarga kita.

Allah ya Rabb, tegarkanlah Umminda dan Abinda kami yang tersayang dalam jalan juang ini. Sehatkan keduanya, berkahi dan rahmati hari-harinya. Kuatkan saat ujian, cercaan, dan halauan datang menghadangnya.

Allah ya Rabb, ampunilah dosa-dosa kami dan abi ummi kami, sayangilah abi ummi kami sebagaimana mereka menyayangi dan mengasihi kami sejak kami lahir ke dunia ini.

اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

Aamiin...


*by @fifah_Afifah_ & GKers
Read more »

Jumat, Maret 14, 2014

PKS Partai Favorit Warga Jakarta

JAKARTA - Koran Warta Kota, salah satu koran ibukota, hari ini (Jumat, 14/3/2014) merilis hasil Poling yang dilakukan koran itu tentang partai favorit pilihan warga Jakarta.

"Ada 12 partai politik yang akan bertarung memperebutkan 186 juta suara pemilih pada Pemilu 2014. Parpol nomor berapa pilhan Anda? Kirim SMS ke 08159999963" demikian isi Poling dari koran Warta Kota.

Dan hasilnya, Partai bernomor 3, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi partai favorit yang paling dipilih dengan perolehan 46 %.

Berikut hasil lengkap: 

1. PKS 46 %
2. PDIP 30,2 %
3. PPP 9 %
4. Gerindra 4 %
5. PBB 2,3 %
6. Nasdem 1,9 %
7. Hanura 1,5 %
8. Golkar 1,4 %
9. Demokrat 1,2 %
10. PAN 0,9 %
11. PKB 0,9 %
12. PKPI 0,7 %
Read more »

PENTING: Surat Edaran KPU Tentang Surat Pindah Memilih

Bagi Anda warga pemilih yang bingung menyalurkan suaranya karena sedang menjalankan tugas belajar, tugas kerja, atau pindah domisili di kota lain, ini Surat Edaran Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia tentang Surat Pindah Memilih (Model A.5-KPU) yang memungkinkan Anda bisa memilih. Pelajarilah.



Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia

Jakarta, 4 Maret 2014

Nomor   : 127/KPU/III/2014
Sifat   : Segera
Perihal : Surat Pindah Memilih (Model A.5-KPU)

Kepada, Yth.

1. Sdr. Ketua KPU / KIP Provinsi
2. Sdr. Ketua KPU / KIP Kabupaten Kota

SURAT EDARAN

Formulir Model A.5 KPU sebagaimana telah diatur di dalam Peraturan  KPU Nomor 9 Tahun 2013 dan Peraturan KPU Nomor 26 Tahun 2013 dikeluarkan oleh PPS (Panitia Pemungutan Suara) tempat asal. Selanjutnya kepada pemilih yang akan pindah tempat memilih diharuskan melaporkan kepada PPS dimana pemilih terdaftar di DPT (Daftar Pemilih Tetap) dan mengisi formulir pindah memilih (Model A.5-KPU).

Dalam rangka melayani pemilih, khususnya bagi pemilih yang sedang menjalankan tugas belajar, tugas kerja, atau pemilih yang pindah domisili di kota lain dan tidak memungkinkan untuk mendapatkan model A.5-KPU dari PPS asal, KPU Kabupaten/Kota dapat mengeluarkan Model A.55-KPU untuk pemilih yang bersangkutan dengan prosedur:

1. KPU Kabupaten/Kota memberikan formulir pindah memilih (Model A.55-KPU) kepada pemilih melalui PPS dimana pemilih ingin menggunakan hak pilihnya paling lambat 10 hari sebelum hari pemungutan suara.

2. KPU Kabupaten/Kota tujuan memastikan bahwa pemilih telah terdaftar pada DPT di tempat asal pemilih.

3. Pemilih wajib menyerahkan Model A.55-KPU kepada PPS tujuan paling lambat 3 hari sebelum hari pemungutan suara.

4. PPS dapat menentukan nomor TPS dimana pemilih tersebut akan menggunakan hak pilihnya dengan memperhatikan jarak tempat tinggal dengan TPS dan ketersediaan surat suara di TPS.

5. PPS mencatat atau mendaftar pemilih pindah tersebut ke dalam Daftar Pemilih Tambahan (Model A.4-KPU) dan menyerahkan kepada KPPS untuk diumumkan di TPS.

6. KPU Kabupaten/Kota tujuan agar menyusun dan merekap semua pemilih pindah memilih (Model A.5-KPU) dan mengirimkannya ke KPU Provinsi tempat asal pemilih.

7. Susunan pemilih yang dimaksud pada angka 6, memuat elemen NIK, Nama, Tempat Lahir, Tanggal Lahir, Alamat Asal, Kabupaten/Kota-Kecamatan-Desa/Kelurahan-TPS Asal, serta Kabupaten/Kota-Kecamatan-Desa/Kelurahan tujuan.

8. Melalui koordinasi KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota tempat asal pemilih pindah memberikan catatan “pindah memilih” pada kolom keterangan di DPT dimana pemilih tersebut terdaftar.

Demikian untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan.

Ketua KPU RI

ttd

HUSNI KAMIL MANIK
Read more »

Jumat, Februari 14, 2014

Hujan Debu, Relawan PKS Jogja Bagikan Masker Pada Tukang Becak

Letusan gunung Kelud Jawa Timur tadi malam (13/2/2014) menyebabkan hujan abu vulkanik yang menyebar di berbagai wilayah. Jawa Tengah dan Yogyakarta terkena hujan debu yang cukup tebal hingga pagi Jumat ini (14/2).

Kondisi ini menyebabkan jalanan dipenuhi debu tebal dan membahayakan pengendara. Dan sperti biasa, Relawan-relawan PKS langsung terjun untuk turut membantu dengan membagikan masker di berbagai daerah.

Di Yogyakarta, Relawan PKS bagikan masker untuk para tukang becak dan para pengendara di jalan-jalan.



Read more »

PKS Rajai Media Online

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meraih dukungan dengan persentase tertinggi pada polling media Online Republika Online dan situs BeritaSatu.com. PKS mengungguli seluruh partai lainnya pada polling di kedua online tersebut.

Hingga berita ini ditulis, di situs BeritaSatu.com, PKS meraih 58,3% dukungan meninggalkan Golkar, PDIP dan Demokrat. Sementara di situs berita Republika Online, PKS juga meraih persentase terbanyak, yaitu 39.22%, jauh meninggalkan PDIP, Golkar dan Nasdem.

Di situs BeritaSatu.com, salah satu bakal Capres dari PKS, Ahmad Heriyawan juga unggul dalam Polling Capres di Beritasatu.com.


*Sumber:
- http://www.beritasatu.com/pages/polling/poll.php?pollid=83
- http://www.republika.co.id/page/poll/52d66e047bfb8b6424000000

sumber:pkspiyungan.org
Read more »

Kamis, Februari 13, 2014

"Gue PKS, Lo?"

Dowbload disini

sumber: pkspiyungan.org
Read more »

"BUTA POLITIK"

"Buta yang terburuk adalah BUTA POLITIK. Dia tidak mendengar, tidak berbicara dan tidak berpartisipasi dalam peristiwa politik. Dia tidak tahu bahwa biaya hidup, harga kacang, harga ikan, harga tepung, biaya sewa, harga sepatu dan obat, dll semua tergantung pada KEPUTUSAN POLITIK.

Orang yang BUTA POLITIK begitu bodoh sehingga ia bangga dan membusungkan dadanya mengatakan bahwa ia membenci politik. Si Dungu ini tidak tahu bahwa dari kebodohan politiknya lahir pelacur, anak terlantar, dan pencuri terburuk dari semua pencuri, politisi buruk, rusaknya perusahaan nasional dan multinasinal."

(Bertolt Brecht – Penyair Jerman)

***

Manusia Rabbani "Melek Politik"

مَا كَانَ لِبَشَرٍ أَن يُؤْتِيَهُ اللَّهُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ثُمَّ يَقُولَ لِلنَّاسِ كُونُوا عِبَادًا لِّي مِن دُونِ اللَّهِ وَلَٰكِن كُونُوا رَبَّانِيِّينَ بِمَا كُنتُمْ تُعَلِّمُونَ الْكِتَابَ وَبِمَا كُنتُمْ تَدْرُسُونَ

"Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: "Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah." Akan tetapi (dia berkata): "Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya." (QS Ali Imran:79)

Apa arti dari Rabbani? Imam Ibn Jarir al-Thabari yang dikenal dengan sebutan Imamul Mufassirin mengatakan dalam kitab tafsirnya bahwa "Rabbaniyyin" adalah seseorang yang memenuhi beberapa kualifikasi yaitu:

- Faqih, dalam arti memahami agama Islam dengan sangat baik.
- 'Alim, dalam arti memiliki ilmu pengetahuan
- Bashir bis siyasah ('melek' politik)
- Bashir bit tadbir ('melek' manajemen)
- Qaim bi syu-un al-ra'iyah bima yuslihuhum fi dun-yahum wa dinihim (melaksanakan segala urusan rakyat yang mendatangkan kemaslahatan mereka, baik dalam urusan dunia maupun agama)



sumber: pkspiyungan.org
Read more »

PKS Vaganza Merambah Pasar Malam

Banyak cara untuk mengenalkan PKS ke masyarakat, seperti yang dilakukan oleh DPC (Dewan Pimpinan Cabang) PKS Serpong Utara dengan menggelar “PKS Vaganza”.

“PKS Vaganza merupakan kegiatan untuk mengenalkan PKS dengan cara berbeda, yaitu dengan membuka stand di tempat-tempat keramaian seperti pasar malam,” kata Slamet Suwanto, Sekretaris DPC PKS Serpong Utara akhir pekan lalu.

Dikatakan, pasar malam dipilih sebagai kegiatan PKS Vaganza karena pasar malam tempat berkumpulnya orang-orang. Sehingga memudahkan untuk mengenalkan PKS ke masyarakat.

“kegiatan PKS Vaganza akan digelar tiap pekan sekali di pasar malam yang tersebar di tujuh kelurahan di Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan,” ujar Slamet.

Kemudian, lanjut Slamet, untuk menarik pengunjung, variasi kegiatan PKS Vaganza akan dibuat sebanyak mungkin seperti pelayanan kesehatan (cek gula darah, kolesterol), mengundang tukang cukur, dan odong-odong, dan lain-lain.

Menurutnya, kegiatan PKS Vaganza cukup memberikan efek psikologis terhadap pengunjung pasar malam yang mendatangi stand PKS.

“Alhamdulillah, banyak yang datang ke stand PKS, ada yang bertanya-tanya, dan melihat-lihat. Kemudian, kami jelaskan info tentang PKS,” jelas Slamet.

Tidak Gratis, Tapi Disukai Warga

Kegiatan PKS Vaganza sudah digelar di Kelurahan Paku Jaya dan Kelurahan Pondok Jagung Timur dengan model kegiatan pelayanan kesehatan seperti cek gula darah, pemeriksaan kolesterol, dan asam urat.

Anggraeni Widyasari, Tim Kesehatan PKS Serpong Utara mengatakan, dalam pelayanan kesehatan di PKS Vaganza tidak gratis, namun sebagian pengunjung pasar malam tetap datang untuk diperiksa kesehatannya.

Menurutnya, untuk pemeriksaan gula darah pengunjung cukup membayar Rp5000, pemeriksaan kolesterol Rp15.000, dan pemeriksaan asam urat Rp5000.

“Alhamdulillah, dalam kesempatan ini kami berhasil memeriksa 50 pasien, rata-rata didiagnosa gula darah,” jelasnya.

Anggraeni menambahkan, setiap pengunjung yang memeriksakan kesehatannya akan diberi bonus kalender dan stiker PKS dan Calon Anggota Dewan PKS dari Dapil Serpong Utara.

“Kegiatan ini (PKS Vaganza) memudahkan warga untuk memeriksakan kesehatan. Karena mendekat ke warga di tempat keramaian,” ujar Bapak Subur, Warga Perumahan Villa Mutia, Pondok Jagung Timur, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan.***[cip].





sumber:pkspiyungan.org
Read more »

Senin, Februari 10, 2014

Guru Ngaji dan Masyarakat Pasuruan Berterimakasih atas Layanan PKS

"Alhamdulillah dan terimakasih PKS. Saya bisa melihat dengan jelas lagi, bisa nderes Qur’an dan kitab kembali".

Demikian rasa syukur dan bahagia disampaikan oleh imam mushola serta guru ngaji di TPQ di Pasuruan.

Bagian dari komitmen untuk melayani masyarakat dengan cinta, untuk kesekian kalinya kader-kader PKS di kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan menebar manfaat dengan mengadakan pelayanan Operasi Katarak Gratis.

Sudah lebih dari 60 orang telah mendapatkan pelayanan operasi gratis katarak ini melalui PKS, ungkap Udin, Caleg PKS No.3 dapil-5 Kab Pasuruan.

*by Humas PKS Kab Pasuruan
sumber:pkspiyungan.org
Read more »

"Ibu senang ada PKS ke sini" | Baksos PKS di Ciuyah Citeureup

CIMAHI (9/2) - Warga kampung Ciuyah RW 12 Kelurahan Citeureup Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi berbondong-bondong mendatangi Posko Kesehatan PKS di kampung mereka. Mereka datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis dari para kader partai dakwah tersebut. Di antara mereka ada yang sambil menggendong anaknya dan ada pula yang memapah orangtuanya untuk berobat.

Di kegiatan tersebut tak tanggung-tanggung partai nomor urut 3 ini menerjunkan dua orang dokter umum dan tiga orang dokter spesialis yang merupakan kadernya untuk melayani para warga. Sambil menunggu antrian pemeriksaan dokter, para pengunjung disuguhi minuman suplemen dan paparan tentang tumbuh kembang anak dari salah satu dokter.

Di posko kesehatan PKS tersebut juga tampak Dedi Kartaji calon legislatif PKS daerah pemilihan Cimahi Utara nomor urut 5 berbaur membantu para warga dan relawan lainnya.

Menurut Irfan Fauzi selaku kordinator kegiatan sekaligus ketua PKS ranting Citeureup pihaknya menyediakan berbagai pelayanan gratis bagi masyarakat diantaranya pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi gigi dan mulut, cek gula darah dan cek golongan darah.

Irfan menambahkan agar kegiatan tambah menarik, panitia juga membagikan balon bagi anak-anak dan sabun cair kepada warga dewasa yang hadir. "Kegiatan yankes gratis ini adalah salahsatu bentuk komitmen PKS dalam melayani dan membantu masyarakat. Sehingga kehadiran PKS dapat dirasakan manfaatnya oleh mereka. Tidak hanya di sini, tempat lain kita juga mengadakan kegiatan serupa, kebetulan hari ini giliran warga Ciuyah Citeureup. Walaupun banyak keterbatasan InsyaAllah kami akan terus berkeliling un melayani masyarakat lainnya." ungkapnya.

Imas (50) salah satu warga hadir mengaku senang dengan kegiatan yang diadakan PKS tersebut. "Alhamdulillah, ibu senang ada PKS ke sini. Banyak warga yang terbantu dengan acara yankes ini. Hatur nuhun PKS" tuturnya.***

sumber: pkspiyungan.org


Read more »

Sabtu, Februari 08, 2014

Mengapa Tidak Boleh Golput?

Oleh: Hepi Andi Bastoni

1. Sah tidaknya Pemilu tak ditentukan seberapa banyaknya jumlah golputer. 

Misalnya, jumlah anggota WNI yang berhak memilih 150 juta jiwa, tapi realitasnya yang memilih hanya 60 juta orang, sedangkan yang golput sebanyak 90 juta orang. Maka, PEMILU TETAP berlangsung dan SAH! Jadi, golput tidak punya kekuatan.

2. Terpilih tidaknya seorang CALEG menjadi anggota dewan tak terpengaruh dan TIDAK PULA ditentukan oleh suara golput, tetapi berdasarkan suara terbanyak dari pemilih sah. 

Misalnya, jumlah anggota DPR yang ditetapkan 500 orang. Jumlah anggota DPR itu akan tetap terpenuhi meskipun jumlah rakyat pemilih hanya 60 juta atau bahkan hanya 10 juta orang. Di sini golput juga tidak ada efeknya.

3. Jumlah orang yang golput itu SAMA SEKALI TIDAK DIPERHITUNGKAN keberadaannya dalam UU Pemilu.  

Dengan kata lain:  jumlah suara golput sebanyak 10.000 orang itu misalnya,  dianggap tidak ada, dan PASTI DIKALAHKAN dengan jumlah 500 orang yang memilih.

4. Suara golputer itu, realitasnya, tidak dapat menjadi solusi dan tidak punyai pengaruh apapun untuk kebaikan negeri ini. 

Hingga kini, golput tidak ada legalitasnya yang mampu menuntut sah atau tidaknya hasil pemilu. Golput juga tidak bisa menurunkan atau mengangkat seorang presiden atau kepala daerah terpilih.

5. Golput itu umumnya bukan dari pemikiran rasional tapi emosional. 

Biasanya mereka yang golput itu akibat rasa kecewaan, pesimis, putus asa dan apatis terhadap keadaan negeri ini. Bahkan, apatis (tidak peduli) bila negara dan bangsa ini dikuasai/dijarah oleh para penjahat.

6.  Dengan sistem dan peraturan UU Pemilu yang ada, salah satu yang diinginkan oleh para koruptor itu adalah: semakin banyak anggota masyarakat yang memutuskan untuk golput, agar mereka lebih mudah menjadi anggota dewan dengan 'money politic'.

7. Sikap golput ini akan makin berbahaya jika yang golput adalah orang-orang shalih dan baik. 

Sebab, ketidaksertaan mereka dalam Pemilu akan menambah sedikit dukungan untuk orang baik-baik di panggung kekuasaan. Jika orang-orang baik itu semakin sedikit, maka peluang para koruptor dan penjahat akan semakin mudah melenggang kepanggung kekuasaan. Misalnya, jika anggota dewan itu seharusnya 500 orang, maka kalau jumlah orang baik-baik hanya 100 orang, secara  otomatis orang tidak baik itu menjadi 400 orang.

8. Jika alasan golput karena sistem yang ada sekarang tidak sesuai dengan ajaran Islam, justru peluang untuk mengubah undang-undang itu ada di parlemen dan panggung kekuasaan. 

Jika kita menginginkan aturan di negeri ini bersumber dari ajaran Islam, maka orang-orang yang pro dengan syariat Islam harus mengubahnya. Tempat mengubahnya itu bukan di jalanan tapi di dalam gedung parlemen. Jika umat Islam ingin mendirikan tempat ibadah, maka yang mengeluarkan IMB-nya itu kepala daerah. Tuntutan 1000 orang di jalanan, bisa dimentahkan oleh keputusan hanya seorang kepala daerah. Untuk menjadi kepala daerah atau presiden tidak bisa ditempuh dengan golput.


*Follow penulis: @andibastoni
Read more »

PKS Kecam Keras Pembebasan Corby "Ratu Mariyuana"

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Wakil Ketua Komisi III (Komisi Hukum) DPR RI, Almuzzammil Yusuf, mengecam keras keputusan pemerintah dalam hal ini Kementerian Hukum dan HAM memberikan pembebasan bersyarat kepada Ratu Mariyuana asal Australia, Schapelle Corby.

"Pemerintah tidak konsisten dalam memberantas bandar narkoba. Pemerintah hanya berani keras kepada WNI bandar dan pengedar narkoba tapi tidak berani dengan warga negara asing," kata Muzzammil ketika dikonfirmasi, Jumat (7/2/2014).

Menurut dia, ini akan menjadi preseden buruk dalam rangka pemberantasan bandar dan pengguna narkoba dalam negeri.

"Akan membuat jaringan narkoba internasional semakin berani masuk Indonesia," kata dia.

Dikatakan jalur narkoba internasional yakni Jalur Malaysia melalui Sumatera Utara dan Riau sekarang saja sudah merajalela.
"Target ASEAN 2015 bebas narkoba hanya omong kosong," kata dia.

Indonesia dengan jumlah penduduk besar, menurut Muzzammil, adalah pasar narkoba incaran gembong narkoba internasional.

"Kalau hukumannya lemah terhadap bandar dan pengguna narkoba maka akan mudah narkoba masuk ke Indonesia," kata dia.

Dia meragukan diplomasi luar negeri pemerintahan SBY soal pembebasan bersyarat Corby. "Secara diplomasi, pemerintah SBY tidak berani tegas kepada Australia.

Setelah pejabat kita disadap oleh Ausralia sekaran Corby diberikan pembebasan bersyarat," kata Muzzammil.

Hari ini Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin mengeluarkan keputusan pembebasan bersyarat Corby.

Amir menyampaikan itu setelah menerima rekomendasi dari Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) sebanyak kurang lebih 1725.

"Alhamdulilah sudah 1.291 terselesaikan dengan baik. Corby termasuk di dalam 1291 itu," ujar Amir di kantornya, Jakarta, Jumat (7/2/2014).

Amir sendiri enggan menyebutkan Corby secara khusus bahwa permintaan pembebasan bersayaratnya diterima.

Corby disetujui untuk mendapatkan Pembebasan Bersyarat karena telah memenuhi peryaratan substantif dan administratif yang ditetapkan dalam Permen Kumham Nomor 21 Tahun 2013 tentang syarat dan tata cara pemberian remisi, asimilasi, cuti mengunjungi keluarga, pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas, dan cuti besyarat. (tribunnews)
Read more »

Rabu, Februari 05, 2014

Bertemu PKS di Taiwan, Kerinduan TKI ini pun Terobati...

Ahad, tanggal 02 Februari 2014, tak biasanya Taiwan bagian Selatan diguyur hujan. Hari ini aku menuju masjid Kaohsiung karena ada Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh Ikatan Warga Muslim Indonesia di Taiwan. Acara ini bertepatan dengan liburan Tahun Baru Cina. Masjid ramai dipenuhi para pekerja yang haus akan siraman rohani.

Sembari menunggu acara, seorang laki-laki meminjam booklet pemilu-ku yang baru disebarkan PPLN (Panitia Pemilu Luar Negeri) Taiwan. Tak terlalu lama ia baca booklet tersebut karena memang booklet itu hanya berisi informasi singkat dan nama partai beserta caleg yang diusung.

Sebelumnya Aku lihat beberapa nama dari partai lain dan mendapati pak Bondan "maknyus" mewakili Gerindra, begitupula ada Dwiki Darmawan seorang "composer" mahsyur di negara kita, terpampang gagah di daftar caleg PAN.

Namun sembari melihat dan menunggu tabligh akbar bertemakan “Pencarian jati diri TKI, tekad kuat karena Ilahi” dimulai, aku lihat dan lihat lagi nama-nama yang berada di sebuah partai bernomor TIGA. Nama-nama keren terpampang disitu, dan salah satunya nama yang tak asing di telinga kami adalah DR.Taufik Ramlan Wijaya.

Tak sadar, laki-laki disampingku itu, pasca melihat booklet bertanya (yang awalnya kuanggap sebagai candaan):

"Mas, kalau di Taiwan partai mana yang rame?"

Aku berpikir sejenak, ini pertanyaan becanda or serius, mengapa tiba-tiba nanya partai yang rame, hmm jangan-jangan ia melihatku ketika berfokus pada nama-nama caleg di daftar partai bernomor TIGA. Hmm mencurigakan, atau aku yang mendramatisir suasana... Lalu setelah menghela nafas aku menjawab secara “netral”.

"Kalau 5 tahun lalu sih, partai ini mas," jawabku sambil menunjuk enggan partai yang sekarang “the ruling party”, partainya pak BeYe ^^

“Tapi kalau saya suka partai ini mas," sambungku sambil menunjuk dengan bangga partai bernomor TIGA (sambil nyengir).

Lalu si mas ini menjawab,

“Oh gitu ya mas, saya jugaaa...” (sambil dia tersenyum)

Kini aku mulai serius,

“Oh mas suka PKS juga?”

“Iya mas. Kalau di Taiwan ada PKS ya? Di sini ada ngaji bareng PKS juga gak mas?” tanya mas ini yang ternyata dia bekerja di pabrik.

Aku mulai kaget sekaligus sumringah,

"Hmm ada sih mas, tapi rata-rata mahasiswa yang ikut ngaji, kalau yang pekerja belum banyak. Tapi Kita biasa mengadakan majelis ta’lim juga kok bareng pekerja. Hmm mas dulu ikut ngaji bareng PKS ya? dimana?"

"Iya mas, ya ituu...ngaji sekaligus pertemuan (liqoat) per pekan, saya dulu ikut juga lho di kampung."

"Kampungnya dimana mas?" tanyaku makin penasaran.

"Wah kampung banget mas, Lampung Timur, Kabupaten Sukadana"

"Ohh.., mas..mas... kita sekarang juga mengadakan LT3Besar lho di Taiwan," ujarku menginformasikan kegiatan pemenangan PKS di pemilu ini.

"Ooo ngaji bareng serta aksi kader dan simpatisan PKS itu ya mas??' tanyanya karena tidak terlalu tau istiliah LT3B,

"Iya bener banget  mas, acara LT3Besar. Oh ya, boleh minta nomor hpnya. Nanti biar bisa nimbrung bareng teman-teman di PKS Taiwan,” ujarku.

Kami pun melanjutkan perbincangan tentang kesehariannya di pabrik. Namanya Hasan, dan ternyata dia tak jarang pula dia diperbantukan di kebun majikan-nya.

Dia cerita kalau beberapa waktu lalu teman pabriknya pernah dibagikan kalender PKS Taiwan di taman Tainan yang terpampang pula ketua PIP-PKS Taiwan dan CALEG PKS DR.Taufik Ramlan Wijaya.

Saat itu ia kaget dan bertanya pada temannya, siapa yang kasih kalender ini? Seolah rindunya pada PKS terjawab di tanah Formosa (Taiwan). Temannya berujar bahwa ada seorang bapak-bapak yang membagikan kalender PKS Taiwan.

(Oooo... itu pasti pembagian kalender pas kegiatan LT3BESAR PKS Taiwan)

Alhamdulillah... tak disangka pertemuan mas Hasan dengan PKS Taiwan akhirnya tercapai juga. Ia yang sulit meminta libur kerja begitupula pabrik yang jauh dari pusat kota akhirnya dipertemukan dengan teman-teman PKS di tanah rantau. Senyumnya merekah, sambil terus berbagi suka-duka selama merantau 8 bulan ini di Taiwan. ***


*by @krismansyahnc on twitter

sumber: pkspiyungan.org
Read more »

Saat PKS Di Sarang PDIP Oleh Nasrulloh Mu

4 Februari 2014, waktu sudah menunjukan pukul 8 malam. Namun kader wanita PKS, di Desa Sukmajaya kec Tajurhalang-Bogor ini, ternyata belum pulang ke rumah dari belusukan ke rumah warga. Saat sang suaminya, tiba di rumah, yang ditemui hanya anaknya.
Anaknya berkata,”Ayah, Ibu tadi baru pulang, namun ketika baru sampe rumah sudah ditelpon untuk mendatangi warga yang sakit.” Sang suami pun langsung menelpon istrinya,” Assalamu alaikum, sedang dimana Bu..?”, Sang istri berkata,” Sedang dirumah pak Kepala Dusun Rais Apu, menterapi anaknya yang asma.?
Mendengar ucapan istrinya, sang suami terbayang peristiwa pemilu 2009. Saat itu, rumah tersebut menjadi pusat pergerakan PDIP. Pembagian kaos, bendera, serta amunisi “amplop” agar memilih PDIP terpusat di rumah tersebut.
Mengingat hari sudah malam, sang suami pun bergegas mengendarai kendaraannya, untuk menjemput istrinya. Sampai disana, sang suami disambut keluarga pak Dusun Rais Apuh dengan hangat. Setelah berbicara sedikit dengan pak Rais Apuh, beliaupun meninggalkan kami.
Akhirnya sang suami dan istri, kader PKS tersebut, melanjutkan pembicaraan dan canda ria dengan istri dan anak-anak pak Dusun Rais Apuh.
Dirumah ini ditahun 2009, beliau adalah pesaing politik bagi PKS, namun ditahun 2014, kami kader PKS justru datang untuk mentrapi anak-anak pak Dusun Rais Apuh.
Itulah yang selalu diajarkan di PKS, Politik mengajarkan berlapang dada, saling memaafkan dan saling berkontribusi walau terhadap pesaing sekalipun.

sumber: http://politik.kompasiana.com
Read more »

Senyuman Caleg dan Jeritan Berjuta Pohon Oleh Abanggeutanyo

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menerbitkan peraturan Nomor 21 tahun 2013 tentang pedoman pelaksanaan kampanye pemilihan umum anggota DPR/ DPRD dan DPD RI. Dengan demikian, masa kampanye pemilu Calon Legislatif (caleg) resmi berlaku mulai 11 Januari 2014 hingga 5 April 2014.
Selain itu dijuga telah ditetapkan lokasi dan tempat pemasangan iklan kampanye selayaknya pada ruang terbuka, pada gedung dan melalui iklan media cetak dan elektronik. Tidak dilakukan pada gedung pemerintah, sekolah, jalan protokol dan fasilitas umum.
Kini, hasrat membara para caleg seolah tak dapat dibendung lagi. Sepertinya para caleg tidak sanggup bersabar lebih lama lagi. Para caleg ramai-ramai -tanpa komando- masuk dalam kancah “Musim Kampanye” yang resmi berlaku sejak 5 Januari 2014 lalu.
Apa daya, entah terlalu bersemangat atau karena ikut-ikutan, sejumlah caleg hampir senada dan seirama menempel atribut kampanye mereka pada sejumlah pohon yang menghiasi jalan umum. Iklan kampanye sosok caleg ukuran raksasa sampai ukuran kertas ketikan  menghiasi sejumlah pohon di sepanjang jalan di mana-mana dari desa sampai kota.
Iklan kampanye sosok caleg yang menempel pada pepohonan sepanjang jalan itu berisi promosi caleg menawarkan program dan nilai jual kepada calon pemilih atau kepada warga yang melihatnya.
Ironis dan menyedihkan sekali. Pada sebatang pohon “dihiasi” oleh sejumlah iklan oleh 4 caleg bahkan lebih. Para caleg saling bersaing dan mengalahkan calonnya baik dalam daerah pilihan (dapil) yang sama bahkan dengan caleg dapil lainnya.
Pepohonan pun terlihat makin tak karuan bentuknya. Di tengah batang pohon dengan radius ketinggian 2 meter menempel sejumlah lembaran atribut caleg. Sementara di daun-daunan di atasnya seolah tak mampu lagi mengeluarkan daun hijaunya akibat dipaku disana-sini disekujur lingkaran batangnya.
Para caleg yang menghiasi batang pohon semua tersenyum, optimis dan percaya diri tak terkira, sementara lolongan pohon-pohon yang telah “mereka” tempeli itu terasa tak penting bagi caelg. Pepohonan seolah bukanlah sesuatu yang perlu dijaga kehidupan dan kelestariannya.
Pepohonan seperti terdiam seribu bahasa tak kuasa menahan sakitnya dipaku di sana sini. Jeritannya melolong “kesakitan” siang dan malam berbulan-bulan sampai masa kampanye  caleg itu berakhir hingga 5 April mendatang.
Di sisin lain, banyak terlihat mobil caleg berseliweran di mana-mana dengan atribut kampanye caleg. Banyak juga terlihat caleg dalam ukuran baliho dan backdrop ukuran raksasa menghiasi seantero kota dan komplek perumahan sekitar kita.
Lalu mengapa ditemukan caleg menempel pepohonan sebagai sasaran pemasangan atribut kampanye, padahal caleg pastilah orang yang berkecukupan dalam hampir segala bidang termasuk bidang finasial.
Semoga para caleg yang sukses atau gagal itu nantinya berkesempatan menata dan menanam kembali berjuta-juta pohon telah mereka paku di sana sini yang membuat sejumlah pepohonan tak berdaya itu pasrah menjadi sasaran senyuman mereka.
1390855355724714021
Sumber : http://posmetrobatam.com/2013/09/satpol-pp-segera-tertibkan-atribut-parpol/#axzz2rc64BYzc
Tidak adakah tempat lainnya yang lebih tepat memasang atribut kampanye promosi caleg? Padahal dalam ketentuan KPU telah membatasi tempat yang layak untuk dijadikan sasaran, meski KPU tidak melarang pepohonan menjadi sasaran pemasangan iklan kampanye.
Salah satu komisioner KPU, akhirnya menyampaikan pendapatnya tentang fenomena anti penghijauan yang dilakukan oleh para caleg yang menjadikan pepohonan sebagai sasaran kampanye, tetapi himbauan tersebut hanyalah pernyataan pribadi saja, bukan ketetapan KPU.  “Apapun alasannya, pohon tidak boleh disentuh untuk keperluan kampanye,” tegas Hadar Nafis Gumay, beberapa waktu lalu.
Dari sisi efektifitas memaku iklan di pohon juga diragukan ketepatannya. Dengan ukuran iklan kampanye yang relatif kecil rasanya tak ada waktu orang yang melintas di sekitar pohon untuk melirik pada iklan kampnye itu karena memerlukan waktu untuk berhenti sejenak melihat dan mengenal detail caleg dan sejumlah pesan pada iklan caleg tersebut.
Semoga pada Pemilu Caleg mendatang, KPU memberi batasan lebih jelas dalam larangannya, tidak sekadar revisi merevisi peraturan saja, dari kalimat-kalimat yang sedikit rumit menjadi kalimat yang lebih rumit. Mungkin itulah sebabnya sebagian caleg tidak dapat memahami aturan KPU dengan baik
Nyatanya, sangat banyak pepohonan menjadi “korban” senyuman sejumlah caleg, hehehehehehe….

Salam Kompasiana
abanggeutanyo

sumber: http://green.kompasiana.com
Read more »

 

KAJIAN KEISLAMAN DAN KEILMUAN

BERITA DAERAH

POLITIK