Tampilkan postingan dengan label INSPIRASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INSPIRASI. Tampilkan semua postingan

Rabu, April 22, 2015

Pemuda Tampan Ini Ternyata Seorang Syaikh yang Hafal Quran

Foto-fotonya beredar di media sosial. Muda, tampan, keren. Seperti seorang artis. Ketika bertemu langsung dengannya, orang-orang mengetahui suaranya sangat bagus.
Siapa dia, benarkah seorang artis? Bukan. Pemuda tampan ini ternyata adalah seorang Imam Masjid. Meskipun usianya baru 20 tahun, ia telah dipanggil Syaikh. Sebabnya, ia telah hafal Qur’an sejak usia 12 tahun dan memiliki pengetahuan agama Islam yang mumpuni. Namanya, Fatih Seferagic.
Fatih lahir di Jerman, pada 2 Maret 1995. Pada tahun 1999, keluarganya yang berdarah Bosnia pindah ke Amerika Serikat. Ketika berusia 9 tahun, Fatih belajar di suatu sekolah yang khusus menghafal Quran di Baltimore, Maryland. Tiga tahun berikutnya, ia mengkhatamkan hafalannya genap 30 juz.
Selain rajin mengaji dan bersekolah, Fatih juga aktif berorganisasi. Ia pernah menjadi ketua Remaja Masjid Shaykh Yasir Birjas di Dallas, Texas. Sejak remaja, ia juga bergabung sebagai penulis di situs Islam remaja, Muslim Youth Musing.
Kini, mencari video tilawah Fatih Seferagic sangat mudah. Cukup mengetik namanya di Youtube, akan tampil puluhan videonya membaca Al Qur’an dalam berbagai kesempatan. Mayoritas ketika Fatih mengimami shalat, baik shalat fardhu, shalat tarawih maupun shalat hari raya.
Mengetahui aktifitas Fatih juga bukan perkara sulit. Sebagai pemuda modern, pemuda tokoh masyarakat ini memiliki fan page yang beralamat di facebook.com/fatihseferagic. Lebih dari 350 ribu facebooker menyukai halamannya ini. [Ibnu K/bersamadakwah]

Read more »

Aher Tertangkap Kamera Sedang Antre Makan, Ustadz YM: Patut Dicontoh!

Jika di mana-mana seorang pejabat ketika di tempat umum diutamakan, justru pemandangan lain terjadi pada Ahmad Heryawan (Aher). Gubernur Jawa Barat itu terlihat mengantre dalam barisan yang kemudian beredar di media sosial. Foto penghafal al-quran yang terlihat mengantre tersebut diunggah ke Twitter oleh akun @ZackyMadridista.
“Gubernur Aher tertangkap kamera warga saat antre beli makanan. ini baru sederhana,” tulis akun @ZackyMadridista, Selasa (7/4).
Ada yang menyebut bahwa lokasi Aher mengantre tersebut diambil di Rumah Makan Nasi Jamblang Ibu Nur yang berlokasi di Jalan Cangkring, Jawa Barat.
Sontak unggahan tersebut mendapat reaksi dari Ustadz Yusuf Mansur (YM).
“Patut dicontoh,” tulis Ustaz YM lewat akun Twitter-nya.
Aher yang mengenakan kemeja putih dan celana hitam mengantre di urutan keenam. Pelanggan yang di depan tampaknya tidak mengetahui jika di di belakangnya ada seorang gubernur.
Foto tersebut dengan cepat mendapat komentar beragam dari netizen. Banyak yang menyebut jika apa yang dilakukan Aher patut dicontoh oleh pejabat yang lain.
“Biasa aja sih sebenarnya, cuma jadi tak biasa di saat Provinsi sebelah punya gubernur yang hobinya ribut terus…. kontroversi terus…. dan provokatif,” tulis akun Rayhan Rajendra di laman media.
“Moga makin banyak pejabat di negeri ini yang layak dicontoh dan ditiru,” tulis akun @zarwazi.
Read more »

Ayat-Ayat Sukses

Oleh Abdullah Saleh Hadrami

Semenjak kecil saya suka membaca berbagai macam buku yang berbicara tentang kesuksesan dan orang-orang sukses. Dari semua buku yang saya baca kebanyakan menilai kesuksesan hanya berputar dalam masalah materi duniawi saja sehingga kesuksesan yang didapat hanyalah kesuksesan yang relatif dan semu.

Saya berusaha mencari makna kesuksesan yang sebenarnya dan saya yakin semua itu sudah Allah jelaskan dalam kitab suciNya, Al-Qur’an melalui firman-firmanNya.

Di dalam Al-Qur’an banyak sekali kita temukan ayat-ayat yang berbicara tentang kesuksesan dan orang-orang sukses dengan berbagai macam lafadh atau redaksi.

Sekitar sepuluh tahun yang lalu saya kumpulkan ayat-ayat berikut ini yang semuanya berbicara tentang kesuksesan dan orang-orang sukses dan sudah sering saya ajarkan di beberapa majelis taklim yang saya kelola.

Ternyata sukses menurut manusia berbeda total dengan sukses menurut Allah.

Sungguh rugi orang yang mengira dirinya telah sukses dan dianggap manusia sebagai orang sukses ternyata ia termasuk orang yang gagal total.

Sukses yang sebenarnya, sejati, hakiki dan abadi adalah sukses menurut Allah dalam kitabNya, Al-Qur’an.

Sudahkah kita menjadi orang sukses yang sebenarnya..?!

Berikut ini ayat-ayat tersebut, nama surat dan nomer ayatnya;

1. Ayat dengan redaksi “Qod Aflaha”:
(QS. Al-Mukminuun: 1-11, Al-A’la: 14-15 dan Asy-Syams: 9)

2. Ayat dengan redaksi “Al-Muflihuun”:
(QS. Al-Baqarah: 1-5, Ali ‘Imraan: 104, Al-A’raaf: 8, 157, At-Taubah: 88, Al-Mukminuun: 102, An-Nuur: 51, Ar-ruum: 38, Luqmaan: 1-5, Al-Mujaadalah: 22, Al-Hasyr: 9 dan At-Taghaabun: 16)

3. Ayat dengan redaksi “Al-Muflihiin”:
(QS. Al-Qashash: 67)

4. Ayat dengan redaksi “Tuflihuun”:
(QS. Al-Baqarah: 189, Ali ‘Imraan: 130, 200, Al-Maa’idah: 35, 90, 100, Al- A’raaf: 69, Al-Anfaal: 45, Al-Hajj: 77, An-Nuur: 31 dan Al-Jum’ah: 10)

5. Ayat dengan redaksi “Al-Faa’izuun”:
(QS. At-Taubah: 20, Al-Mukminuun: 111, An-Nuur: 52 dan Al-Hasyr: 20)

6. Ayat dengan redaksi “Faqod Faaz”:
(QS. Ali ‘Imraan: 185 dan Al-Ahzaab: 70-71)

7. Ayat dengan redaksi “Fawzan”:
(QS. Al-Fath: 4-5)

8. Ayat dengan redaksi “Al-Fauz”:
(QS. An-Nisaa’: 13, Al-Maa’idah: 119, Al-An’aam: 16, At-Taubah: 72, 89, 100, 111, Yuunus: 64, Ash-Shaaffaat: 60, Ghoofir: 9, Ad-Dukhaan: 57, Al-Jaatsiah: 30, Al-Hadiid: 12, Ash-Shaff: 12, At-Taghaabun: 9 dan Al-Buruuj: 11)

Semua ayat tersebut diatas berbicara tentang kesuksesan dan orang-orang sukses yang kalau kita simpulkan bahwasanya orang sukses adalah orang yang mengikuti aturan-aturan Allah Ta’ala, ta’at kepada Allah dan RasulNya, tidak durhaka, banyak berbuat kebaikan dan manfaat untuk diri sendiri, keluarga dan orang lain, beriman dan beramal saleh, meninggal dunia HUSNUL KHATIMAH, mampu menjawab pertanyaan di kubur, selamat dari adzab kubur dan adzab neraka…MENDAPAT RIDHA ALLAH…MASUK SURGA…MEMANDANG WAJAH ALLAH YANG MAHA MULIA.

Selamat Sukses Bi Idznillah, Dengan Izin ALLAH…

@AbdullahHadrami

Sumber: http://www.kajianislam.net/2015/04/ayat-ayat-sukses-2/
Read more »

Program 'Talent Scouting' Polda Sumsel Rekrut Penghafal Alquran Menjadi Polisi

Sejak tahun lalu, Polda Sumatera Selatan membuat terobosan dalam merekrut polisi baru. Yakni, melalui jalur hafiz atau penghafal Alquran. Mereka mendapatkan enam polisi muda. Seorang di antaranya perempuan.

***

LANTUNAN ayat suci Alquran terdengar lembut di ruang utama masjid Mapolda Sumatera Selatan, Kamis (16/4). Suara merdu itu berasal dari seorang polwan berjilbab yang duduk di salah satu sudut ruang utama. Matanya terpejam, namun bibirnya tidak putus melamatkan surah Al Baqarah ayat 104-105.

Polwan itu bernama Bripda Rizka Munawwaroh, satu di antara enam hafiz yang direkrut Polda Sumsel. Dia adalah satu-satunya hafizah karena lima rekannya laki-laki. Siang itu dia sedang melakukan taqrir atau mengulang hafalan di bawah bimbingan salah seorang rekannya, Bripda Jamzan, yang telah hafal 30 juz.

Setelah sesi taqrir, Rizka masih menyempatkan bercanda dengan lima rekannya. Beberapa rekannya mencandai polwan belia itu dengan memanggilnya Humaira (panggilan Nabi Muhammad kepada istrinya, Aisyah). Tak pelak, Rizka pun tersipu.

Rizka direkrut sebagai polisi di lingkungan Polda Sumsel bersama lima hafiz lainnya. Yakni, Jamzan, Muhammad Husein, M. Galeh Prima, Muhammad Arif Rafli, dan Welly Kaswara. Mereka direkrut secara khusus oleh Saiful Arifin dan Bripka Mudholal, staf di Biro SDM Polda Sumsel, setelah mendapat instruksi dari Karo SDM Kombes Mustaqim.

Upaya talent scouting itu tidak berlangsung mudah. Enam anak muda tersebut mengaku sebelumnya tidak membayangkan akan menjadi anggota polisi. Apalagi mereka sempat sedikit resistan dengan sistem rekrutmen Polri karena mengira dibutuhkan biaya untuk menjadi polisi.

’’Saya berupaya terus meyakinkan ustadnya Rizka bahwa rekrutmen Polri tidak dipungut biaya,’’ tutur Bripka Mudholal ketika ditemui Jawa Pos di Mapolda Sumsel, Kamis lalu.\

Mereka memang direkrut berdasar prestasinya sebagai penghafal Alquran. Karena itu, tidak semua persyaratan calon anggota Polri mampu mereka penuhi. Mudholal pun perlu melatih fisik dan mental para hafiz tersebut selama tiga bulan sebelum masuk sekolah calon bintara (secaba). Hasilnya tidak sia-sia. Enam hafiz itu dinyatakan lolos seleksi calon bintara dengan hasil memuaskan.

Selain bertugas sebagai polisi, kini enam penghafal Alquran tersebut mendapat tugas menyempurnakan hafalan Alquran mereka. Hasilnya, Husein dan Jamzan sudah hafal 30 juz, Rizka hafal 19 juz, Arif 17 juz, serta Galeh dan Welly masing-masing masih 12 juz.

Menariknya, keenamnya tidak menyangka akhirnya menjadi polisi yang hafal Alquran. Husein, misalnya, baru merasa tertarik menjadi hafiz setelah ayahnya meninggal beberapa tahun silam.

’’Saya dapat cerita dari teman-teman bahwa ayah saya ingin punya anak yang hafal Alquran,’’ tuturnya.

Semasa hidup, sang ayah tidak pernah mengomunikasikan keinginan tersebut langsung kepada Husein. Dari situlah, Husein mulai belajar dan menghafal Alquran. Hebatnya, dia mampu menyelesaikan hafalan Alquran itu dalam waktu empat tahun.

Tahun lalu Husein ditawari Saiful Arifin, PNS di Mapolda Sumsel yang juga tetangganya, untuk ikut seleksi calon bintara. Dengan berbagai pertimbangan, Husein akhirnya menyanggupi tawaran itu. Padahal, semula dia ingin menjadi ulama.

”Orang tua ingin saya kembali ke Padang dan menjadi ulama di sana,” tutur pemuda kelahiran 2 Januari 1995 itu.

Lain lagi dengan Jamzan. Dia menuturkan, awalnya dirinya dipaksa orang tua untuk bisa menghafal Alquran. Karena itu, dia melakukannya tidak sepenuh hati. Namun, dalam perjalanannya, pikiran Jamzan berubah. Dia merasa keenakan sehingga makin bersemangat menghafal Alquran. Dalam waktu empat tahun dia bisa menuntaskan hafalan 30 juz.

Seperti halnya Husein, Jamzan sempat ragu ketika ditawari Saiful untuk ikut seleksi calon bintara. ”Saya awalnya mikir masuk polisi itu harus pakai uang,” tuturnya.

Tapi, setelah diyakinkan Saiful, Jamzan baru percaya. Bahkan, dia membuktikan sendiri omongan Saiful. ”Saya tidak mengeluarkan uang sama sekali,” ujarnya.

Sementara itu, Galeh bisa menghafal Alquran karena iri dengan kakak kelasnya di SMA. Kakak kelasnya tersebut sudah hafiz, dan dia ingin mengikuti jejaknya. Setelah menghafal sejumlah juz, Galeh juga ikut direkrut tim talent scouting Polda Sumsel.

Galeh mengaku punya motivasi tersendiri untuk menjadi polisi meski awalnya tidak pernah berpikir untuk menjadi anggota korps baju cokelat itu. Sebagai anak pertama di antara lima bersaudara, dia ingin segera mandiri. ”Biar tidak menyusahkan orang tua lagi,” ucapnya.

Dia juga punya keinginan, apabila program hafalan Alquran sudah selesai, dirinya menargetkan bisa masuk ke jajaran reserse. ”Banyak ilmu kepolisian di reserse. Itu yang membuat saya tertarik,” tambahnya.

Sebagaimana polisi hafiz lainnya, Arif Rafli dan Welly Kaswara diajak untuk mendaftar sebagai calon bintara melalui jalur hafalan Alquran. Arif mulai menghafal Alquran saat kelas I madrasah tsanawiyah. Begitu pula Welly. Namun, keduanya belum hafal 30 juz. Karena itu, mereka terus berusaha menambah hafalan di sela-sela tugas pendidikan.

Untung, Sekolah Polisi Negara (SPN) memberlakukan ibadah tepat waktu kepada siswa yang beragama Islam. Kesempatan itulah yang dimanfaatkan Welly untuk meningkatkan hafalannya. ”Setiap setelah salat, saya menambah hafalan selama 15 menit,” ucapnya.

Saat menjadi imam salat juga dimanfaatkan Welly untuk mengetes hafalan Alquran.

Apa tidak diprotes jamaah? Sembari tersenyum, Welly mengakui kadang jamaah protes karena bacaan suratnya terlalu panjang. ”Tapi, yang sering diprotes Husein. Kadang salat subuh sampai setengah jam,” ucapnya sambil tertawa. Husein pun diingatkan pembinanya bahwa salat jamaah yang dipimpinnya berlokasi di SPN, bukan di pesantren.

Hafizah Rizka punya cerita tersendiri saat akan direkrut sebagai polwan. Dia tidak mendapatkan restu dari orang tuanya, khususnya sang bunda. ”Ibu sempat tidak setuju, khawatir hafalan Alquran saya hilang kalau jadi polisi,” tuturnya. Sang ibu juga khawatir Rizka harus melepas jilbab saat menjadi polisi.

Ayahnya kemudian mengambil peran untuk meyakinkan ibu Rizka sehingga akhirnya Rizka disetujui menjadi polisi. Dia lalu menjalani pelatihan pra-tes untuk menyiapkan fisik dan mental sebagai pelayan masyarakat.

Cobaan berikutnya datang saat menempuh pendidikan di SPN tahun lalu. Sebab, Rizka tetap mengenakan jilbab sebagaimana kebijakan Kapolri Jenderal Sutarman yang membolehkan polwan mengenakan jilbab. Namun, tak lama kemudian, kebijakan itu ditarik.

Rizka yang saat itu menjalani pelatihan di Sekolah Polwan Ciputat, Jakarta, diminta melepas jilbab atau dipulangkan ke Palembang. Dara kelahiran 15 Agustus 1995 itu merasa dilematis. Dia sempat stres dan nyaris akan memilih mundur. Tidak lama kemudian, Mudholal yang mendapat kabar tentang Rizka pun datang ke Jakarta.

Mudholal lalu mengajak Rizka berjalan-jalan ke ruang publik di Jakarta hingga tiba waktu salat. ”Itu banyak yang memakai jilbab, tapi saat waktunya salat mereka memilih untuk menunda,” tutur Mudholal yang kemarin mendampingi Rizka. ”Saya bilang ke dia (Rizka), jilbab yang sebenarnya ada di hati,” lanjutnya.

Akhirnya Rizka bersedia melepaskan jilbabnya. Salah satu pertimbangannya, di sekolah polwan itu tidak ada siswa laki-laki. ”Meski saya malu samaAllah,” ucap Rizka.

Kerelaannya itu berbuah manis. Wakapolri Komjen Badrodin Haiti (kini telah menjadi Kapolri) akhirnya membuat keputusan yang memperbolehkan polwan mengenakan jilbab.

Bagi Rizka, menjadi hafiz membuat tanggung jawabnya menjadi besar. Dia pantang melakukan sejumlah hal yang berpotensi membuat hafalannya hilang. ”Misalnya, pacaran. Itu bisa membuat hafalan hilang,” urainya.

Rizka pernah kehilangan hafalannya cukup banyak. Yakni, saat dia belum menjadi polisi. Kala itu dia pergi dengan sejumlah rekannya untuk bersenang-senang. Akibatnya, dia sampai lupa waktu dan tenggelam dalam sukacita. Dia bersedih saat mengetahui hal itu.

’’Alhamdulillah, saya punya mentor yang luar biasa sabar. Beliau seorang tunanetra, tapi mampu memberi saya motivasi untuk tidak menyerah,’’ jelas Rizka.

Saat ini enam polisi hafiz itu tinggal di kediaman Mudholal. Mereka tidak hanya dibina dalam hal hafalan, namun juga kemampuannya yang lain. Contohnya, menjadi qari, dai, dan kemampuan sejenis.

Karo SDM Polda Sumsel Kombes Mustaqim menuturkan, ide merekrut para hafiz dan hafizah itu lahir setelah Mabes Polri memberlakukan inovasi dalam sistem perekrutan anggota Polri. Mabes Polri mengizinkan jajaran polda untuk merekrut polisi dari jalur prestasi. Baik prestasi olahraga, ilmu pengetahuan, maupun seni budaya.

Menurut Mustaqim, hafiz termasuk salah satu talenta yang tidak hanya hebat, namun juga mulia. Dia lalu meminta stafnya untuk berburu hafiz ke pesantren-pesantren di Sumsel. Hasilnya cukup memuaskan. ’’Ini adik-adik angkatannya (angkatan Husein cs) juga sedang dalam proses rekrutmen,’’ tuturnya.

Setelah hafalan enam hafiz tersebut tuntas, polda memiliki program untuk mengembalikan mereka bertugas di daerah asal. Dalam budaya masyarakat Sumsel, polisi yang berasal dari daerah setempat akan lebih mudah diterima masyarakat. Apalagi, polisi tersebut memiliki basis agama yang kuat.

’’Ini juga membuktikan bahwa masih banyak polisi yang baik,’’ lanjut perwira dengan tiga melati di pundak itu.

Sumber: JPPN
Read more »

Minggu, Agustus 17, 2014

"Terimakasih Ayah, sudah menjadi bagian dari perjuangan rakyat Indonesia untuk merdeka...."

by @pujijea

Tetiba teteskan airmata. Biasanya setiap malam 17an, ayahku (alm) sll diundang memberi wejangan di koramil. Ayahku dulu komandan di koramil itu.

Beliau sll cerita perjuangan angkatan 45 lawan Belanda dan Jepang. Ayahku gerilya di hutan. Terkadang kalau lewat rmh pdudk, beliau dan temanteman dijamu.

Malam ini aq mw mengenang ayahku, yg memperjuangkn kemerdekaan RI tanpa pamrih, hny ingin Indonesia merdeka. Itu saja.

Stl Indonesia merdeka, musuh dtg lg, kali ini PKI. Konon ayahku masuk blacklist yg mw dibunuh PKI. Mulai ninggalin kelg lagi, sembunyi dari kejaran mrk.

Ayahku tak pernah berhenti berjuang. Stl pensiun dr tentara, beliau jd anggota DPRD II kab Bms selama 2 periode. Kmd jd ketua Pepabri n Veteran.

Ayahku jd ketua Pepabri dan Veteran di tingkat kecamatan. Sll rajin upacara 17 an di Purwokerto, meskipun beliau sudah sepuh.

Semangatnya luar biasa, pidatonya sll berapi-api. Yg kuingat dr pidatonya; Jadilah bangsa yg mandiri, berdikari, berdiri diatas kaki sendiri!

Kini ayahku tak lg bisa pidato di dpn para tentara koramil, anggota pepabri maupun veteran. Tp aq tak bs hapus isi pidatonya, terngiang terus...

Beruntung aq sering diajak ayah dan ibuku ke acara-acara mrk. Teman-teman ayahku ku sll bilang "ayahmu org hebat". Tenyata beliau memang hebat.

Dan kini aq mengenang ayahku dg menangis. Terimakasih, sudah menjadi bagian dari perjuangan rakyat Indonesia utk merdeka....

pkspiyungan.org

Read more »

Ucapan Selamat Hari Kemerdekaan Untuk Indonesia dari Gaza


Hari ini, Ahad 17 Agustus 2014, rakyat Indonesia memperingati hari kemerdekaannya yang ke-69. Terkait dengan hal tersebut, salah seorang warga Palestina di Gaza mengirimkan surat ucapan selamat hari kemerdekaan untuk bangsa Indonesia.

Surat tersebut dirilis dan diterjemahkan oleh Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP), Sabtu (16/8/2014). Berikut ini surat ucapan selengkapnya yang ditulis oleh Fursan Khalifa warga Gaza, Palestina:

 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada junjungan kita, Muhammad SAW.

Keluarga dan saudara kami yang mulia dan tercinta di Indonesia, pada peringatan hari kemerdekaan yang telah dibayar dengan nyawa para syuhada, darah dan tahanan para pejuang.
Para pejuang Bangsa Indonesia sudah merasakan sebagaimana yang saat ini dirasakan bangsa Palestina, seperti pembunuhan dan penghancuran atas tanah dan bangsa kami.

Bangsa Indonesia sudah berjuang dan mengusir penjajah Belanda dengan penuh keberanian dan heroisme persis sebagaimana kami saat ini, para pejuang Palestina yang berjuang melawan penjajah zionis Israel.

Pemimpin bangsa Indonesia, Sukarno dan Hatta telah berjuang mengusir penjajah, dan sekarang di Palestina bangsa kami dan para pemimpin kami seperti Abul Abd Haniyah, Muhammad Addayf sedang berjuang untuk mengembalikan hak-hak kami yang direnggut penjajah zionis.

Sungguh penjajah itu sudah melakukan kejahatan kemanusiaan yang sangat luar biasa kepada bangsa Indonesia sebagaimana juga yang saat ini dilakukan oleh penjajah zionis kepada bangsa kami di Palestina, terutama di Gaza.

Untuk itu, kita adalah bangsa yang sama-sama telah merasakan hidup sakit di bawah tekanan dan kejahatan penjajah, kami berharap kepada Allah dalam waktu yang dekat, Palestina Merdeka sebagaimana bangsa Indonesia telah merdeka.

Kami melihat dan merasakan sendiri, masyarakat Gaza mencintai bangsa Indonesia, di setiap sudut-sudut kota Gaza ada bantuan- bantuan yang sudah sampai kepada kami dari lembaga-lembaga kemanusiaan yang berasal dari Indonesia.

Dan Gaza pada saat bangsa Indonesia sedang memperingati hari kemerdekaannya semoga menjadi inspirasi bagi kami untuk membebaskan Al-Quds, Al-Aqsha dan Palestina secara keseluruhan.

Salam CINTA dari saudaramu di Gaza, dan juga salam CINTA dari saudara-saudaramu yang masih mendekam di penjara-penjara zionis di tepi barat.

Salam dari saya,

Fursan Khalifa (Abul Abbas)
Gaza, 16/8/2014

Dalam catatan sejarah, dukungan untuk kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 pertama kali dimulai dari Palestina dan Mesir. Hal tersebut terungkap dalam buku berjudul “Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri” yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia, M. Zein Hassan Lc.

*sumber: dakwatuna

(foto: suasana Agustusan di pelosok Jogja... jalan Jogja-Wonosari, foto by admin @pkspiyungan)
Read more »

Minggu, Agustus 10, 2014

Aa Gym, "Saya Kapok Jadi Orang Terkenal"


Dulu ia sangat terkenal. Namun di tengah popularitas itu, dia merasa hidupnya hampa. Kualitas imannya menurun, waktu bersama keluarga hampir tak pernah ada. Bahkan ia nyaris tak ada waktu untuk mengelola pesantren yang ia dirikan.

Lantas, muncul peristiwa yang menyebabkan popularitas Aa Gym menurun drastis. Ternyata, kejadian inilah yang membuat Aa Gym intropeksi diri.

Dia merasa menjadi manusia yang lebih baik, lebih dekat kepada Allah, justru setelah dirinya tidak lagi populer.

Dan saat ada orang yang mengajaknya kembali berjuang untuk menjadi orang populer, Aa Gym dengan tegas menolak, "Saya sudah merasakan jadi orang terkenal, dan saya tidak bahagia dengan hal itu. Justru, kondisi seperti sekaranglah yang membuat saya bahagia."

* * *

Itulah rangkuman acara SATU JAM LEBIH DEKAT di TV One hari ini (Sabtu, 9 Agustus 2014). Sebuah episode yang membuat kita merenung, bahwa POPULARITAS BUKAN SUMBER KEBAHAGIAAN.

Seperti yang pernah saya posting beberapa hari lalu, "Uang dan popularitas hanyalah efek samping dari kerja keras kita." Karena itu, efek samping tak perlu dikejar.

Namun bila takdir mengharuskan kita jadi orang populer, maka manfaatkan itu untuk beribadah dan berdakwah di jalan Allah.

Menjadi orang populer atau tidak, yang paling penting adalah kita selalu berusaha menjadi orang yang berbahagia, dan iman tetap terjaga.

Itulah renungan saya malam ini, setelah menonton Aa Gym di televisi, barusan.

(JONRU)
Read more »

Jumat, April 04, 2014

Anis Matta Jadi Saksi Mualafnya Mudji Massaid

PALU -- Mudji Massaid, adik dari mendiang politisi Partai Demokrat Adji Massaid mengucapkan dua kalimat syahadat di pondok pesantren (Ponpes) Al-Chairaat Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) Kamis (3/4/2014).

Mudji yang sosoknya sempat dikenal khalayak sebagai pendamping Angelina Sondakh ketika menghadapi proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini dituntun Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri bersyahadat.

Dalam acara pemualafan itu, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta hadir dalam acara itu. Anis mengaku bahagia cahaya Islam bisa mengantar Mudji ke gerbang mualaf. Ia senang, hidayah kepada Mudji menguat manakala ikut serta dalam beberapa kampanye yang PKS gelar jelang Pemilu 2014 ini.

"Sebetulnya secara pribadi belum kenal baik, tapi waktu ikut PKS dia ungkapkan ingin masuk Islam, jadi Alhamdulilah sekarang realisasinya Mualaf," ujar Anis. (ROL)


Mudji Massaid dihadapan Anis Matta dan Mensos Salim Segaf sebelum pengucapan syahadat

Dibimbing Mensos Salim Segaf, Mudji Massaid mengucapkan Syahadat

Mudji Massaid (dua dari kiri) dan rekan-rekan artis sering ikut dalam acara Kampanye PKS
Read more »

Senin, Maret 17, 2014

Cerita Haru, Relawan Santika PKS Menolong Ibu Melahirkan 1 Hari Pasca Meletusnya Kelud

Pagi itu Selasa, 19 Pebruari 2014 Posko PKS Kabupaten Kediri mendapat kabar dari seorang warga, bahwa ada seorang ibu (Yayuk Purwanti) warga Dusun Kampung Baru Desa Kepung yang pasca melahirkan belum mendapatkan perawatan medis karena ada bencana erupsi gunung Kelud.

Dengan cepat tanggap Santika (Barisan Wanita Keadilan) segera merespon panggilan ini. Tidak tanggung-tanggung dua bidan yang merupakan anggota khusus Santika diterjunkan untuk melaksanakan misi ini.

Sebelum menuju lokasi Tim Santika menyiapkan kebutuhan untuk si Ibu dan bayinya, seperti obat-obatan, selimut, pampers untuk bayi dan ibu pasca melahirkan, dan kebutuhan lainnya. Ibu ini merupakan salah satu korban erupsi Kelud. Bayi putri lahir dengan berat 3 Kg dan panjang 51 cm, tepat satu hari setelah meletusnya gunung Kelud.

Sungguh tragis setelah peristiwa itu menyebabkan si Ibu dan bayinya tidak mendapat perawatan yang layak. Saat ini mereka ditampung di rumah salah satu warga Desa Jambu Kecamatan Jambu Kabupaten Kediri..

Kedatangan Tim Relawan Santika merupakan sebuah kejutan bagi si Ibu, karena tidak menyangka akan kedatangan tersebut. Apalagi setelah tahu bahwa Tim tersebut adalah Bidan dari Tim Relawan PKS. Suasana haru menyelimuti mereka karena menurut pengakuan mereka disekitar rumah tersebut ada Bidan Desa, namun tidak bisa menolong karena kendala erupsi Kelud.

Selain merawat Bayi tersebut, Santika juga melakukan perawatan kepada sang Ibu. Tim Relawan juga memberikan bingkisan kepada ibu tersebut, terlebih sang ibu tersebut telah terpisah dari sang suami di penampungan pengungsi ditempat lain dan tidak memegang uang sepeser pun, namun ada yang peduli dengan diri mereka.




*Seperti diceritakan oleh Tio (salah satu Tim Relawan PKS)

Read more »

Jumat, Februari 14, 2014

Gunung Kelud Meletus, PKS se-Jawa Timur Bagikan Masker

Erupsi Gunung Kelud yang terjadi Kamis (13/2) malam mengakibatkan hujan abu vulkanik yang hampir merata di seluruh daerah di Provinsi Jawa Timur. Menyikapi hal itu, kader-kader PKS membagikan masker untuk pengguna jalan.

Pemadangan kader PKS bagi-bagi masker tampak di sejumlah daerah seperti di Surabaya, Sidoarjo, Jombang, Bojonegoro, Ngawi, dan Nganjuk.

Menurut Dhian Satriya, kepanduan DPW PKS Jawa Timur, kader-kader PKS di hampir seluruh kabupaten dan kota dengan sigap turun ke jalan membantu masyarakat membagikan masker. Selain membagikan masker di daerah-daerah, kader PKS sudah menyiapkan posko di Kediri dan Blitar untuk korban erupsi Kelud.



sumber: bersamadakwah.com
Read more »

Kamis, Februari 13, 2014

"Jadilah Pemimpin Seperti Lebah" Nasehat Ulama NU Jawa Timur Kepada Aher

Ulama NU Jawa Timur, KH Agoes Ali Masyhuri, menasihati Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) saat menghadiri pelantikan Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur di Surabaya, Rabu (12/2/2014).

“Jadilah seperti seekor lebah. Dia makan yang baik-baik saja, dan menghasilkan madu yang sangat berguna bagi manusia. Pemimpin harus senantiasa seperti lebah,” kata Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim itu sebagaimana dikutip Aher.

Menurut pengasuh Pesantren Bumi Shalawat, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur itu, lebah memang hanya serangga kecil, tapi selain menghasilkan madu yang sangat berguna bagi manusia, semua sifat dan perilaku lebah patut dijadikan teladan.

Ulama yang dikenal luas sebagai praktisi sekaligus pemikir dakwah itu juga menyampaikan sejumlah nasihat tentang kepemimpinan kepada Aher seraya menyerahkan buku karyanya berjudul Belajarlah Kepada lebah dan Lalat; Menuju Kokoh Spiritual, Mapan Intelektual.

Dalam kesempatan tersebut, ulama yang akrab disapa Gus Ali itu mengingatkan Aher agar senantiasa mempraktekkan ilmu lebah, lalu penegasan KH Agoes Ali Masyhuri itu ditimpali Aher bahwa lebah juga tidak akan menyerang bila tak disakiti lebih dahulu.

“Lebah tidak pernah menyengat kalau tidak diserang terlebih dahulu,” kata Aher yang disambut anggukan dan senyuman KH Agoes Ali Masyhuri.

Pendakwah yang pengajian rutinnya selalu dibanjiri ribuan orang ini juga mengingatkan Aher agar cermat memilih mitra dekatnya.

“Orang-orang dekat itu bisa mewarnai kita. Walaupun kita menerima siapapun sebagai kawan, sebaiknya dekati yang baik-baik saja,” kata KH Agoes Ali Masyhuri. (ROL)

___
*Foto: Aher saat Silaturrahim ke ponpes An-Najiyah (12/2/2014), salah satu ponpes tertua di Surabaya. KH Abdullah Al Muhajir menjelaskan nasab KH Ali Asghor (alm) sampai ke Rasulullah.




sumber:pkspiyungan.org
Read more »

Syahadat, Kalimat Terakhir Fajrul Falaakh Sebelum Meninggal

Mantan Ketua PBNU, ahli hukum tata negara HM Fajrul Falaakh meninggal dunia, Rabu (12/2) sekitar pukul 12.30 WIB, dalam perjalanan ke Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta Barat. Fajrul meninggal setelah tak sadarkan diri karena penyakit jantung.

Adik perempuan almarhum, Safira Machrusah kepada wartawan di kediaman almarhum di Jalan Dato Tonggara, Kramatjati, Jakarta Timur, mengatakan sebelumnya tak seorang pun tahu anggota Komisi Hukum Nasional itu memeriksa kesehatannya di Singapura pekan lalu.

“Almarhum katanya merasa sesak dada, lalu periksa ke Singapura. Ternyata diberitahu kalau ada penyakit Jantung. Sebelumnya tidak ada yang tahu,” ujarnya seperti dikutip Tribunnews.

Dari pemeriksaan dokter di Singapura diketahui tiga dari empat katup di jantung Fajrul sudah bermasalah. Namun setelah menjalani perawatan Fajrul diperbolehkan pulang hari Senin (10/2) lalu.

“Pihak rumah sakit tidak bilang kalau almarhum sudah tidak bisa diselamatkan. Cuma bilang hati-hati saja,” terangnya.

Setelahnya kondisi Fadjrul pun membaik. Bahkan hingga Rabu pagi di kediamannya ia masih bisa naik tangga dan berinteraksi seperti orang normal. Menjelang siang, tiba-tiba Fajrul tak sadarkan diri.

“Oleh supir pribadi, oleh Ustadznya, dan pembantunya almarhum diantar ke rumah sakit. Di perjalanan sempat muntah, lalu sempat mengucap syahadat, lalu meninggal,” katanya. [AM/Tribunnews/bersamadakwah]
Read more »

(Video) Heboh, Ada Logo PKS di Tempat Terpanas di Bumi

Sebuah video program BBC bekerja sama dengan NASA telah membuat heboh pengguna media sosial, baru-baru ini. Pasalnya, dalam tayangan yang meliput tempat terpanas di bumi itu terekam ada logo Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di sana.

Dalam video berjudul The Hottest Place on Earth Episode 2 Part 1 itu, tampak salah seorang warga Ethiopia memakai kaos PKS saat sedang beraktifitas bersama sejumlah warga lainnya. Penampakan itu mulai terlihat pada menit ke 8:10.

Kehebohan pengguna media sosial, diantaranya adalah karena ternyata logo PKS telah berada di sana sebelum BBC tiba.

Kehebohan juga mengarah pada pertanyaan apakah PKS juga memberikan bantuan kemanusiaan ke Ethiopia. Karena, selama ini PKS dikenal sering memberikan bantuan kemanusiaan bukan hanya ke berbagai wilayah di tanah air yang terkena bencana tetapi juga ke manca negara.

“Sampai tulisan ini diturunkan belum ada konfirmasi dari PKS apakah ada pengiriman pakaian layak pakai untuk masyarakat Ethiopia seperti halnya bantuan kemanusian yang selalu PKS berikan kepada Palestina, Irak, Afganistan dan bantuan bencana yang ada di seluruh Indonesia,” kata Adi Supriadi dalam tulisannya di Kompasiana, Ahad (9/2). [IK/bersamadakwah]

Video disini
Read more »

Senin, Februari 10, 2014

Guru Ngaji dan Masyarakat Pasuruan Berterimakasih atas Layanan PKS

"Alhamdulillah dan terimakasih PKS. Saya bisa melihat dengan jelas lagi, bisa nderes Qur’an dan kitab kembali".

Demikian rasa syukur dan bahagia disampaikan oleh imam mushola serta guru ngaji di TPQ di Pasuruan.

Bagian dari komitmen untuk melayani masyarakat dengan cinta, untuk kesekian kalinya kader-kader PKS di kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan menebar manfaat dengan mengadakan pelayanan Operasi Katarak Gratis.

Sudah lebih dari 60 orang telah mendapatkan pelayanan operasi gratis katarak ini melalui PKS, ungkap Udin, Caleg PKS No.3 dapil-5 Kab Pasuruan.

*by Humas PKS Kab Pasuruan
sumber:pkspiyungan.org
Read more »

"Ibu senang ada PKS ke sini" | Baksos PKS di Ciuyah Citeureup

CIMAHI (9/2) - Warga kampung Ciuyah RW 12 Kelurahan Citeureup Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi berbondong-bondong mendatangi Posko Kesehatan PKS di kampung mereka. Mereka datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis dari para kader partai dakwah tersebut. Di antara mereka ada yang sambil menggendong anaknya dan ada pula yang memapah orangtuanya untuk berobat.

Di kegiatan tersebut tak tanggung-tanggung partai nomor urut 3 ini menerjunkan dua orang dokter umum dan tiga orang dokter spesialis yang merupakan kadernya untuk melayani para warga. Sambil menunggu antrian pemeriksaan dokter, para pengunjung disuguhi minuman suplemen dan paparan tentang tumbuh kembang anak dari salah satu dokter.

Di posko kesehatan PKS tersebut juga tampak Dedi Kartaji calon legislatif PKS daerah pemilihan Cimahi Utara nomor urut 5 berbaur membantu para warga dan relawan lainnya.

Menurut Irfan Fauzi selaku kordinator kegiatan sekaligus ketua PKS ranting Citeureup pihaknya menyediakan berbagai pelayanan gratis bagi masyarakat diantaranya pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi gigi dan mulut, cek gula darah dan cek golongan darah.

Irfan menambahkan agar kegiatan tambah menarik, panitia juga membagikan balon bagi anak-anak dan sabun cair kepada warga dewasa yang hadir. "Kegiatan yankes gratis ini adalah salahsatu bentuk komitmen PKS dalam melayani dan membantu masyarakat. Sehingga kehadiran PKS dapat dirasakan manfaatnya oleh mereka. Tidak hanya di sini, tempat lain kita juga mengadakan kegiatan serupa, kebetulan hari ini giliran warga Ciuyah Citeureup. Walaupun banyak keterbatasan InsyaAllah kami akan terus berkeliling un melayani masyarakat lainnya." ungkapnya.

Imas (50) salah satu warga hadir mengaku senang dengan kegiatan yang diadakan PKS tersebut. "Alhamdulillah, ibu senang ada PKS ke sini. Banyak warga yang terbantu dengan acara yankes ini. Hatur nuhun PKS" tuturnya.***

sumber: pkspiyungan.org


Read more »

Sabtu, Februari 08, 2014

Berbagai Fitnah Melanda, NU dan PKS Makin Mesra

Kemesraan Nahdatul Ulama (NU) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) semakin tampak di berbagai daerah khususnya di Kalimantan Timur (Kaltim). Pasca menghadiri Konvensi Rakyat, KH Salahuddin Wahid atau dikenal dengan sapaan Gus Sholah ditemani Ketua DPW PKS Kaltim Masykur Sarmian tampak berbincang akrab dan berfoto bersama layaknya kawan lama, Minggu (2/2/2014).

Kedekatan NU dan PKS memang bukan cerita baru. Meski sempat diwarnai berbagai fitnah, namun hal tersebut tidak merusak kedekatan NU dan PKS.

Fitnah itu pun berangsur menghilang seiring terkuaknya hubungan mesra petinggi-petinggi NU dengan Pengurus PKS. Kunjungan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS yang dikomandoi Anis Matta dan Hilmi Aminuddin ke Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang, Jawa Timur (Jatim), Kamis (8/4/2013) tahun lalu semakin mengokohkan kemesraan hubungan tersebut.

Dipimpin langsung pengasuh Ponpes Tebuireng, KH Salahuddin Wahid alias Gus Sholah, menerima rombongan DPP PKS dengan hangat. Apalagi ternyata ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin adalah jebolan ponpes tersebut yang telah menimba imu disana selama lima tahun sejak 1957.

*pks.or.id
Read more »

Wow, PKS Didukung ICMI

Pemilu 2009 masih menyisakan banyak cerita indah. Semangat direct selling masih terasa hingga 2014. Yang membedakan adalah status penulis. Tahun 2009, dengan semangat mahasiswa -penulis dan teman-teman berkeliliing Kota Makassar memperkenalkan partai dakwah dengan nomor 8. Perasaan “bangga” terselip mengenakan jaket hitam dengan tulisan “Lokomotif Ummat” yang dibagikan oleh Bapak Presiden PKS -  Anis Matta, yang saat itu dicalonkan menjadi Aleg DPR RI dapil 1 Sulawesi Selatan.

Saat ini, Pemilu 2014 tetap semangat melayani masyarakat  meski status berubah menjadi ibu rumah tangga. Perut buncit dengan usia kehamilan 20 pekan lebih tak menyurutkan semangat penulis untuk memenangkan dakwah di Kota Parepare. Yah, saat ini penulis diberi amanah menjadi salah seorang caleg perempuan di Kota Parepare,Sulawesi Selatan.

Usia 26 tahun. Sebuah episode kehidupan yang begitu berharga tuk diambil maknanya. Yang semula mengenalkan qiyadah kepada masyarakat, sekarang harus menenteng kartu nama dan kalender bergambar diri sendiri. Amanah. Meski terkadang berat, namun jika diberikan -sebagai muslim- kita tidak boleh menolaknya.

Suatu hari penulis jalan bersama tim pemenangan (hehe, timnya adikku sendiri). Matahari tepat diatas kepala kami, tak menyurutkan langkah kami berdua tuk memasang spanduk disebuah rumah kerabat. Berbekal tali, gunting, dan spanduk yang sebelumnya telah dipasangkan bambu di sisi kanan kirinya.

Ada beberapa orang yang lewat saat itu, dan singgah sebentar melihat kami. Diantara mereka mungkin  ada  yang iseng mencocokkan gambar wajah yang dispanduk dengan sosok perempuan hamil yang memasang spanduk saat itu. Raut wajahnya seakan berkata kemana tim suksesnya caleg ini, sampai dia sendiri yang harus memasang spanduknya? Apa susahnya membayar orang lain tuk mengerjakan pekerjaan tersebut? Daripada capek bercucuran keringat..hamil pula!! Hehehe..

Pernah juga ketika direct selling, seorang warga bertanya, “Berapa duit yang PKS siapkan untuk pemilihnya?”. Ketika kami menjelaskan bahwa PKS tidak membagi-bagikan uang, warga tersebut langsung tertawa sambil berkata “Aiii…caleg PKS anggota ICMI”.

Kami juga tertawa, dan menanyakan maksud anggota ICMI. Ternyata yang dimaksudkan warga dengan ICMI bukan Ikatan Cendikiawan Muslim, tetapi Ikatan Caleg Miskin. Yaah, kami semua tertawa dan membenarkan candaan warga tersebut.

Inilah realita kami di PKS. Caleg tidak selamanya berasal dari kalangan yang berduit saja. Ketika caleg tersebut dianggap mampu mengemban amanah jamaah dan bersedia diberikan amanah, kenapa tidak? Dari tukang sol sepatu hingga pengusaha kaya raya, semua memiliki derajat yang sama di mata Allah. Bukankah yang membedakan kadar ketaqwaannya?

Penulis yakin, ada banyak caleg muda PKS yang mempunyai nasib serupa dengan penulis. Kalau warga mengistilahkan “caleg miskin”. Secara financial mungkin ia. Dana yang kita miliki belum sebanyak dana para caleg partai lain. Namun sekecil apapun kontribusi kita, tak akan pernah luput dari pencatatan Allah swt. Ridho dengan keputusan jama'ah tuk memasukkan nama kita saja, insya Allah sudah bernilai kebaikan di mata Allah.

So…caleg PKS yang merasa anggota ICMI (Ikatan Caleg Miskin), hehe.. jangan berkecil hati yak! Teruslah bekerja..masyarakat Indonesia masih merindukan karya nyata kita. Allahu Akbar!!

___
*Penulis: A.Tien Asmara Palintan, S.Psi
Caleg PKS Dapil 3 Bacukiki-Bacukiki Barat
Kota Parepare – Sulawesi Selatan
Read more »

Mau Lihat Bupati Jualan, Datang ke Sini!

PURBALINGGA - Bupati Sukento Rido Marhaendrianto tengah bersiap berjualan produk-produk UMKM Kota Braling. Ini ia lakukan demi mewujudkan dukungannya kepada pelaku UMKM.
Aksi jualan itu akan dilaksanakannya pada saat Gelar Produk Minggu Pagi di Gelora Goentoer Darjono, Minggu (9/2). “Saya ingin ikut jualan. Jadi nanti pelaku usaha mikro lebih semangat,” kata Bupati. jelasnya.
“Usaha mikro ini harus didukung. Mereka punya jiwa wirausaha, bisa buka lapangan kerja. Wonge dhewek. Jadi betul-betul ini harus diperhatikan dan didukung,” katanya.
Tak hanya dalam kegiatan Gelar Produk Minggu Pagi, Sukento juga mengaku akan memperomosikan hasil UMKM Purbalingga dimanapun dia berada. Bupati yang mantan perbankan ini memang antusias kalau terkait bidang ekonomi.
“Harapan saya, apa yang saya lakukan, mempromosikan produk Purbalingga juga dapat ditiru oleh semua warga Purbalingga dimanapun mereka berada,” kata Sukento.
Kasi Pembinaan dan Pengembangan UMKM Adi Purwanto mengatakan Dinperindagkop dan Paguyuban UMKM Purbalingga antusias menggelar Gelar Produk Minggu Pagi saat melihat apresiasi dari masyarakat.
“Bagi UMKM lain yang ingin bergabung masih sangat terbuka. Bisa mendaftar ke Paguyuban UMKM atau saya di Bidang UMKM dan Koperasi di Dinperindagkop,” ujar Adi.
BANGKIT WISMO

Sumber: BRALING.COM

Read more »

Rabu, Februari 05, 2014

Cinta Tidak Harus dengan Kata Oleh Cahyadi Takariawan

Tentu kita semua sudah sering mendengar, membaca dan menikmatu puisi “Aku Ingin” karya Sapardi Djoko Damono. Mungkin karena Sapardi Djoko Damono laki-laki, maka lahirlah puisi cinta yang indah ini. Isinya, sangat laki-laki. Jika seorang perempuan membuat puisi cinta, tidak akan seperti ini isinya. Saya menghafal puisi ini dengan baik.
Mari kita cermati dengan seksama, karya sang pujangga ini.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang membuatanya terbakar
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
Awan kepada hujan yang membuatnya tiada
Indah sekali kalimat puisinya, dan saya tidak pernah bosan membaca dan mengucapkannya.
Puisi Cinta Suami
Puisi ini sangat laki-laki. Secara umum, laki-laki kurang bisa mengekspresikan bunga-bunga cinta di hatinya. Ia tak pandai mengungkapkan dengan mesra kepada istrinya. Bahkan banyak lelaki yang tidak mampu mengungkapkan kata “rindu, kangen, sayang, cinta”, dan lain sebagainya kepada istri yang sangat dicinta. Ada beban yang sangat berat untuk mengekspresikan cinta dengan kata-kata.
Mencintai dengan sederhana, adalah mencintai “dengan kata yang tak sempat diucapkan” dan “dengan isyarat yang tak sempat disampaikan”. Laki-laki itu sering merasa “tidak sempat”. Padahal perempuan sangat menunggu kata dan isyarat tadi. Sayang, lelaki “tak sempat”, maka tak ada kata dan isyarat. Ia hanya punya cinta sederhana.
Walau sederhana, namun ia adalah cinta. Semestinyalah istri menerima dengan bahagia, bahkan merayakan bersama dengan penuh kesyukuran jiwa.
Di sisi lain, secara umum perempuan sangat ingin mendapatkan kata-kata mesra dari suaminya. Ia tahu suami mencintainya, namun ia ingin kepastian dari mulut suami sendiri. Bukan hanya membaca isyarat, apalagi jika isyarat itu tidak sempat disampaikan. Ia sangat senang mendapat rayuan, pujian dan kata-kata mesra dari suami. Sayang, suami “tidak sempat” melakukannya. Padahal istri sangat mengharapkannya.
Puisi Rahmah, Bukan Mawaddah
Sering kita mendengar istilah sakinah, mawaddah dan rahmah. Kata sakinah merujuk kepada kondisi keluarga yang tenang, tenteram, nyaman, dan damai. Di atas kondisi sakinah itu, muncullah dua perasaan lainnya, yaitu mawaddah dan rahmah. Kata mawaddah menunjukkan perasaan cinta, kasih dan sayang yang menggelora, menggebu-gebu, dan bercorak sangat fisik. Biasanya terjadi pada anak muda atau pengantin baru.
Sedangkan kata rahmah menunjukkan perasaan cinta, kasih dan sayang yang “sederhana”, tidak menggebu-gebu dan tidak lagi bercorak fisik. Biasanya terjadi pada pasangan yang sudah dewasa atau bahkan tua. Jika pasangan sudah melewati duapuluh tahun usia pernikahan, maka akan dominan corak rahmah daripada mawaddah. Cinta yang sudah tidak berada dalam batas-batas sebab yang bercorak fisik.
“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana”, jelas menunjukkan suasana rahmah tersebut. Tidak bercorak fisik dan menggebu, namun sudah menunjukkan kedewasaan cinta dan hubungan. Untuk perbandingan, cinta mawaddah yang bercorak sangat fisik dan menggebu itu seperti ungkapan berikut:
Aku ingin menggenggam erat tanganmu.
Aku ingin memeluk erat tubuhmu.
Aku ingin mencumbumu.
Aku ingin mencium bibirmu.
Aku ingin melumat, mengkulum, meremas….
Kalimat di atas menunjukkan adanya suasana cinta yang menggelora. Biasa terjadi pada anak muda, atau pada pasangan pengantin baru.
Jaman dulu (jadul) ada lagu sangat kondang dari Vina Panduwinata, judulnya saja “Cium Pipiku”. Melihat judul dan isi syairnya, memang ini anak muda pacaran. Orang sedang pacaran, suasananya sama dengan pengantin baru. Bercorak sangat fisik. Berikut cuplikannya :
“Pegang tanganku, pegang pegang tanganku / Rayulah daku, rayu rayulah daku / Bila kau sayang padaku / Katakan sayang…
Peluk diriku, peluk peluk diriku / Cium pipiku, cium cium pipiku / Bila kau cinta padaku / Katakan cinta….”
Saya cuplikkan lagu jadul ini, karena saya tidak ngerti lagu-lagu yang sekarang…:) Mencuplik lagu, tentu sesuai zamannya. Lagu Vina tersebut menggambarkan sebuah asmara yang menggelora dari sepasang kekasih, sebagaimana pada pengantin baru pada umumnya.
Nah, semakin lama usia pernikahan, akan mereda dengan sendirinya corak fisik tersebut. Hubungan semakin dewasa, usia semakin menua, maka corak rahmah menjadi ciri dari kehidupan keluarga yang sudah tidak lagi bisa dikatakan muda. “Aku ingin mencintaimu dengan sederhana”, adalah keinginan yang sederhana. Lahir dari hubungan yang sudah dewasa.
Menikmati puisi “Aku Ingin” karya Sapardi Djoko Damono di atas, mengingatkan suami dan istri bahwa ungkapan cinta tidak selalu harus menggebu-gebu. Ungkapan cinta bahkan tidak harus dengan kata-kata, bahkan isyarat. Cinta bisa dirasakan, walau “tidak sempat” mengucapkan kata-kata dan menyampaikan isyarat.
Selamat menikmati cinta.

sumber: http://sosbud.kompasiana.com
Read more »

Selasa, Februari 04, 2014

Kisah Carissa, Penulis Asal Amerika yang Masuk Islam Karena Jilbab

Banyak wanita Amerika Serikat yang mengenakan jilbab setelah menjadi mualaf. Namun, tidak demikian dengan Carissa D. Lamkahouan. Ia telah mengenakan jilbab sebelum masuk Islam. Dan dari pengalamannya yang unik tentang jilbab itu, ia kemudian bersyahadat.

Seperti dirilis onislam pasa pekan lalu, Carissa menuliskan kisahnya. Selama hampir satu setengah tahun, Carissa mempelajari agama Islam, prinspi-prinsip dan karakteristiknya.

“Tentu saja, sebagai seorang wanita, saya sangat tertarik terutama pada isu-isu perempuan. Dan jilbab sebagai identitas muslimah yang khas, membuat saya sangat tertarik,” tuturnya.

Dan entah mengapa, Carissa menemukan dirinya terpesona dengan wanita yang mengenakan jilbab.

Seiring berjalannya studi Islam-nya, Carissa rajin pergi ke toko buku dan membaca dengan teliti referensi Islam dalam versi bahasa Inggris. Baik Al Quran, hadits maupun kisah-kisah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya. Dan pada suatu hari, ia menemukan jilbab di barisan abaya. Carissa yang tertarik dengan benda itu kemudian menemukan keberanian untuk mencoba.

“Itu penutup kepala pertama yang saya beli,” kenangnya.

Ketika memakainya untuk pertama kali, Carissa merasakah sesuatu yang aneh.

“Saya melihat sekilas diriku di cermin, terus terang saya terkejut dengan kain hijau di atas kepalaku itu. Saya melihat bayangan saya sebagai orang yang berbeda, asing. Ada stereotif negatif dalam bayangan wanita berjilbab seperti digambarkan oleh media,” tambahnya.

Namun, itu tidak berlangsung lama. Carissa dengan cepat kembali ke alam rasionalnya. “Bahwa saya membelinya untuk dipakai jika saya perlu untuk pergi ke masjid,” katanya dalam hati, mengingat tujuannya untuk mempelajari Islam lebih dalam dengan mengunjungi masjid-masjid.

“Sekarang saya menyadari bahwa membeli jilbab saat itu adalah langkah awal saya mendapatkan hidayah,” tuturnya.

Beberapa bulan berlalu. Namun Carissa belum mendapatkan kesempatan untuk memakai jilbab itu seperti rencananya. Di samping, ia tidak terlalu suka dengan warna dan model jilbab tersebut. Hingga kemudian, ia pun membeli jilbab yang ia sukai saat kembali ke toko buku.

Carissa kemudian mulai memakai jilbabnya dalam berbagai kesempatan. Saat berkunjung ke toko makanan halal, saat ke toko buku, dan beberapa kesempatan yang lain, ia menutup rambutnya dengan jilbab. Hingga suatu malam, ia pergi bersama sang suami dengan memakai jilbab. Di situlah perubahan besar terjadi.

“Aku merasa aman dan nyaman. Aku tak lagi mendapati pandangan laki-laki menganggu yang tertuju padaku.”

Carissa pun makin terbiasa memakai jilbab. Dan seiring semakin dalam ia mempelajari Islam, akhirnya ia juga memutuskan untuk bersyahadat.

Kini Carissa merasakan martabat dan kemuliannya sebagai wanita dengan jilbab sebagai mahkotanya. Ia tak lagi takut digoda lelaki, dan lebih dari itu, ia menyadari bahwa memakai jilbab adalah ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. [IK/bersamadakwah]
Read more »

 

KAJIAN KEISLAMAN DAN KEILMUAN

BERITA DAERAH

POLITIK