Senin, Februari 03, 2014

3 Keutamaan Wudhu

Wudhu merupakan sarana bersuci (thaharah) umat Islam dari hadats kecil. Wudhu memiliki 3 keutamaan yang luar biasa sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits di bawah ini:

1. Anggota wudhu akan bercahaya di hari kiamat


إِنَّ أُمَّتِى يُدْعَوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ آثَارِ الْوُضُوءِ ، فَمَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يُطِيلَ غُرَّتَهُ فَلْيَفْعَلْ
“Sungguh, umatku akan dipanggil (saat akan dihisab) nanti pada hari kiamat dalam keadaan bercahaya di sekitar wajah, tangan dan kaki, karena bekas wudhu. Karena itu, barangsiapa diantara kalian yang ingin melebihkan basuhan wudhunya, maka lakukanlah.” (Muttafaq ‘alaih)

2. Mendapatkan perhiasan di surga sesuai batas wudhunya

تَبْلُغُ الْحِلْيَةُ مِنَ الْمُؤْمِنِ حَيْثُ يَبْلُغُ الْوَضُوءُ
“Perhiasan orang mukmin (di surga) itu sesuai batas wudhunya” (HR. Muslim)

3. Diampuni dosanya

مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ خَرَجَتْ خَطَايَاهُ مِنْ جَسَدِهِ حَتَّى تَخْرُجَ مِنْ تَحْتِ أَظْفَارِهِ
“Barangsiapa berwudhu dan menyempurnakannya, maka semua dosa keluar dari jasadnya, hingga dari ujung kuku-kukunya.” (HR. Muslim)

مَنْ تَوَضَّأَ هَكَذَا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَكَانَتْ صَلاَتُهُ وَمَشْيُهُ إِلَى الْمَسْجِدِ نَافِلَةً
“Barangsiapa berwudhu demikian, maka dosa-dosanya yang telah lalu diampuni. Shalat dan berjalannya menuju masjid menjadi tambahan pahala.” (HR. Muslim)

إِذَا تَوَضَّأَ الْعَبْدُ الْمُسْلِمُ - أَوِ الْمُؤْمِنُ - فَغَسَلَ وَجْهَهُ خَرَجَ مِنْ وَجْهِهِ كُلُّ خَطِيئَةٍ نَظَرَ إِلَيْهَا بِعَيْنَيْهِ مَعَ الْمَاءِ - أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ - فَإِذَا غَسَلَ يَدَيْهِ خَرَجَ مِنْ يَدَيْهِ كُلُّ خَطِيئَةٍ كَانَ بَطَشَتْهَا يَدَاهُ مَعَ الْمَاءِ - أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ - فَإِذَا غَسَلَ رِجْلَيْهِ خَرَجَتْ كُلُّ خَطِيئَةٍ مَشَتْهَا رِجْلاَهُ مَعَ الْمَاءِ - أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ - حَتَّى يَخْرُجَ نَقِيًّا مِنَ الذُّنُوبِ
“Apabila seorang muslim –atau mukmin- berwudhu, maka ketika membasuh wajah, seluruh dosa yang telah dilihat dengan kedua matanya keluar dari wajahnya bersama air –atau tetesan air terakhir. Ketika membasuh kedua tangannya, setiap dosa yang disebabkan pukulan tangannya keluar dari tangannya bersama air –atau tetesan air terakhir. Ketika membasuh kakinya, seluruh dosa karena perjalanan kakinya keluar bersama air -atau tetesan air terakhir. Sehingga, ia pun keluar dalam keadaan bersih dari seluruh dosa.” (HR. Muslim)

Demikianlah 3 keutamaan wudhu, semoga membuat kita semakin bersemangat dalam berwudhu dan berusaha menjaga wudhu. [KT/Bersamadakwah]
Read more »

Berjilbab itu Ribet? No Way!

Matahari bersinar cukup terik membuat siang itu terasa semakin panas.
“Mbak, aku ingin jadi muslimah biasa-biasa saja, tidak terlalu ribet,” seorang adik binaanku memulai curhatnya.
“Maksud anti dengan ribet itu apa dek?”
“Ya kalau pakai kerudung ya sewajarnya saja, lalu tidak harus pakai bawahan rok dan kaos kaki...”

Cukup lama kami berdialog. Soal jilbab, hingga soal ikhtilat. Meskipun dialog siang itu belum membuatnya berubah, setidaknya dakwah fardiyah telah sampai kepadanya, seiring doa agar Allah mengkaruniakan hidayahNya. Seringkali dibutuhkan proses yang panjang hingga seseorang berubah menjadi lebih syar’i.

Ada banyak alasan mengapa seorang muslimah belum juga mau berjilbab. Diantaranya seperti yang dikemukakan adik binaanku tadi. Jilbab itu ribet. Apalagi jika harus memakai gamis atau rok, ditambah dengan kaos kaki. Benarkah?

Jika yang dimaksud jilbab adalah jilbab modis, jilbab stylish, dan jilbab ‘kreasi’, mungkin butuh waktu cukup lama memakainya. Pun tidak semua muslimah bisa karena sulitnya menghias dan menata. Tetapi untuk jilbab syar’i yang biasa dipakai akhwat, hanya dibutuhkan waktu sekitar dua menit untuk memakainya. Apalagi jika untuk acara santai, saat ini tersedia banyak model jilbab kaos yang hanya membutuhkan bilangan detik untuk memakainya.

Setelah jilbab terpakai dan aurat tertutup, selanjutnya lebih mudah. Muslimah menjadi lebih terhormat dan memiliki izzah. Ia juga aman dan nyaman tanpa sibuk membetulkan dan menutup bagian tubuh yang terbuka. Yang terakhir ini kadang kita lihat di atas motor, atau di kendaraan umum. Seorang wanita yang tidak memakai jilbab, dengan t-shirt atau baju yang agak kekecilan, ia jadi ribet sendiri menariknya ke bawah agar perutnya tidak kelihatan. Atau menutupnya dengan taplak meja agar pahanya tidak terumbar. Jadi ribet kan?!

Jika yang dimaksud jilbab ribet itu menghambat aktifitas muslimah, faktanya tidak demikian. Sejak zaman Nabi, para sahabiyat mudah beraktifitas di banyak pentas. Pentas pendidikan, pentas kesehatan, bahkan di medan perang. Toh, jilbab tidak mengganggu mereka. Pun di dunia modern. Kini kita temukan dokter-dokter hebat, penulis-penulis handal, tokoh-tokoh terkenal, mereka berjilbab. Asma Nadia salah satu contohnya. Muslimah berjilbab ini menjadi tokoh perubahan Republika 2010. Ia juga telah berkeliling dunia dalam misinya, jilbab traveler. Ada pula Oki Setiana Dewi yang sukses menjadi bintang film, sinetron, penulis buku dan juga menerbitkan album lagu. Jilbab tak jadi penghalang kan?! Apalagi sekarang ini jilbab telah didukung oleh hampir semua elemen negara. Terakhir, polwan akan diijinkan berjilbab. Insya Allah realisasi resminya tahun depan.

Jadi, di mana ribetnya jilbab? Kita perlu mewaspadai jika ternyata ribet yang sebenarnya ternyata ada di hati. Di kalangan remaja dan pemuda, kadang ada rasa takut karena tidak bisa mengikuti arus pergaulan sehingga kemudian ‘terpaksa’ mengikuti mereka biar kita diterima dalam komunitas pergaulan. Takut kehilangan teman-teman, padahal ketakutan itu hanya di hati. Tidak sepenuhnya terbukti.

Keimanan kita yang ternyata belum siap menerima kebenaran dan resiko yang harus kita tanggung, kita takut terkucilkan dengan prinsip kita, rasa takut yang hanya berorentasi kepada dunia. Padahal ada Dzat yang patut lebih kita takuti jika kita tidak mampu melaksanakan apa yang menjadi perintahNya.

Padahal jika kita mampu mempertahankan prinsip bahwa agama adalah segalanya, maka orang yang ada di sekitar kita akan menghargai prinsip kita.

Kita baca arti Firman-Nya dalam surat Muhammad ayat 7: "Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.

Saat kita memenuhi seruan Allah ini,
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (Qs. An-nur :31)
sesungguhnya kita membuktikan iman kita, sekaligus membuktikan bagian dari menolong agama Allah. Dan yakinlah dengan janji pertolongan-Nya.

Wallahu a’lam bish sawab. [Retno Zuraida]
sumber:bersamadakwah.com
Read more »

Indahnya Tawakal

“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)

Ikhwah fillah..
Seorang hamba bertanya kepada dirinya, bagaimanakah caranya kita memiliki keindahan rasa dalam hati pada setiap kegelisahan? Dan yang pasti dan tidak terpungkiri ialah bagaimana cara kita mengingat Allah subhanahu wa ta'ala dalam setiap kegelisahan itu sendiri.

Tak banyak hamba yang memikirkan bagaimana cara ia menyikapi kegelisahan yang ia hadapi dengan keyakinan bahwa kegelisahan itu adalah cara bagaimana Allah subhanahu wa ta'ala mengingatkan ia kepada-Nya.

Mereka mengeluh, namun waktu tak pernah memperdulikan apa yang mereka keluhkan...
Mereka putus asa, namun waktupun terus berputar dan tidak pernah memikirkan apa yang mereka sesalkan..

Al waqtu kassaifi fain lam taqtho’uhu qotho’aka. Waktu itu bagaikan pedang jika kamu tidak memotongnya (memanfaatkannya) maka ia akan memotongmu (NN)

Ikhwah fillah..
Pertolongan manusia, keluarga, teman, atau bahkan sahabat tidaklah lebih dari waktu yang bisa mereka berikan kepada kita yang meminta pertolongan dan tidak selamanya mereka bisa selalu ada ketika kita membutuhkan. Oleh karena itu, janganlah bersedih hati atau bahkan sakit hati dari sikap ketidak bisaan mereka untuk memberikan pertolongan kepada kita. Boleh jadi itu jalan Allah subhanahu wa ta'ala memanggil hambaNya untuk meminta pertolongan kepadaNya.

Rasulullah sholallahu 'alaihi wassalam bersabda:
"...Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah..." (H.R Tirmidzi)

Ikhwah fillah...
Ketika kita bisa memilih untuk tegar, mengapa kita harus terhanyut dalam kesedihan..
Ketika kita bisa memilih untuk bertawakal, mengapa kita harus bersusah payah dalam kegelisahan..

Ketika air sungai yang mengalir dengan kesabarannya mampu menemukan muara air lautan, mengapa kita sebagai manusia tidak mampu menemukan keyakinan dalam hati untuk mendapatkan sebuah kebahagiaan.

Kebahagiaan adalah bagaimana kita mempelajari ujian dengan keikhlasan. Sedangkan keikhlasan adalah bagaimana kita memberikan kebahagiaan untuk orang lain dengan kesabaran. Cukuplah Allah subhaahu wa ta'ala sebagai tempat di mana kita mencari pertolongan. Dan cukuplah Rasulullah sholallahu 'alaihi wassalam sebagai contoh bagaimana kita mempelajari kehidupan dengan keikhlasan dan kesabaran.

Ikhwah fillah..
Hanya manusia yang berjiwa tangguh yang mampu memberikan keindahan dalam setiap ujian. Dan hanya orang yang berjiwa lemah yang suka menciptakan angan-angan dalam setiap ujian. Tidak akan pernah ada orang yang sukses tanpa adanya usaha (ikhtiar) sebaliknya tidak akan pernah hadir kesuksesan kepada seseorang tanpa adanya tawakal.

“The higher your expectation is, the more pain you’ll get“ (NN)

Rasulullah sholallahu 'Alaihi wassalam bersabda :
"Sungguh mengagumkan urusannya orang mukmin itu, semua urusannya menjadi kebaikan untuknya...” (HR. Muslim)

Dan ketika kita menggantungkan pengharapan kepada mahluk, maka bersiap-siaplah untuk mengalami rasa kecewa. Sebab manusia adalah tempatnya khilaf/salah. Sedangkan ketika kita menggantungkan pengharapan kedapa Allah subhanahu wa ta'ala, yang akan kita dapatkan adalah kebahagiaan yang menghapus kesedihan dalam setiap lelahnya hidup yang yang tak pernah ada puasnya.

"Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu." (QS. Al Ikhlas: 2)

Tidak akan pernah berhasil seseorang yang hanya bisa bergantung kepada orang lain dalam setiap ikhitarnya. Dan tak akan pernah bisa bahagia seseorang yang hanya bisa melihat kesuksesan orang lain tanpa pernah mau untuk mencobanya. Innallaha Ma'ana..

"Faidza azzamta Fatawakal 'alallah"

Dan cara bagaimana kita bisa tersenyum dalam setiap ujian adalah bagaimana mana kita mengenal Allah subhanahu wa ta'ala dalam setiap ibadah kita.

"Orang yang selalu merasa sedih dalam setiap kehidupannya adalah orang yang tidak pernah mengenal Alllah subhanahu wa ta'ala dalam setiap aktivitasnya" (My wise Word) []


Penulis : Luqman Azzuhair Abasy
Mahasiswa Institut Teknologi Nasional Bandung (ITENAS)
Program Studi Teknik Industri - angkatan 2007



SUMBER: bersamadakwah.com
Read more »

Demi Melayani Warga, Kader PKS Solok Menembus Daerah Terisolir

Hari libur adalah hari bekerja bagi kader PKS. Ketika di beberapa daerah kader dan simpatisan PKS berjibaku menangani banjir dan musibah gunung berapi, PKS kabupaten Solok juga tak mau ketinggalan dengan menerjunkan kader-kader terbaiknya menembus Nagari Rankiang Luluih, salah satu daerah paling terisolir di Kabupaten Solok pada hari Jum’at, 31 Januari 2014. Tepatnya di jorong Kapujan, Nagari (desa) Rangkiang Luluih, Kecamatan Tigo Lurah Kabupaten Solok.

Jalan tanah yang terjal dan licin  membuat perjalanan sangat mendebarkan, jarak sekitar 60 km dari ibu kota kabupaten memakan waktu sekitar 3 jam. Medan yang sulit ini mengakibatkan salah satu mobil yang ikut dalam rombongan ibu-ibu hampir terbalik. 

Kehadiran rombonngan PKS Kabupaten Solok disambut gembira oleh masyarakat Kapujan yang menunggu dengan antusias di lokasi acara. Agenda diwali dengan acara temu tokoh masyarakat setempat yang dihadiri oleh wali nagari dan ninik mamak Nagari Rangking Luluih. H. mochlasin, S.Si , anggota DPRD propinsi Sumatera Barat dari Fraksi PKS yang ikut serta dalam rombongan langsung diminta menjadi khatib jum’at di masjid satu-satunya di daerah tersebut.

Setelah shalat Jum’at aksi dilanjutkan berupa pengobatan gratis dan penyuluhan kesehatan kepada seratusan warga. Sudirman, tokoh masyarakat setempat sangat mengapresiasi kedatangan PKS.





*by Hendra Nafsosianto
Ketua DPC PKS Lembang jaya, Kab. Solok

sumber: pkspiyungan.org
Read more »

PKS Lebih Dekat dan Melayani

Ada-ada saja kreatifitas kader-kader PKS. Jika di luar Bandar Lampung mengadakan aksi pelayanan masyarakat berbentuk pelayanan kesehatan, pelayanan kebersihan lingkungan dan gotong royong perbaikan jalan kampung, sedangkan di Bandar Lampung khususnya di seputar Bundaran Haji Mena, 70an kader PKS melakukan aksi berdiam membeku (freezemob) mensosialisasikan logo dan nomor urut PKS, Ahad (01/02).

Setelah freezemob dilanjutkan dengan aksi pelayanan berbagi nasi goreng dalam kotak kepada pengemudi angkutan yang kebetulan melintas jalur bundaran Haji Mena. Menariknya, aksi Freezemob dan pelayanan berbagi nasi goreng, di ramaikan dengan boneka Danbo yang didandan dengan atribut PKS beserta nomor urutnya.

Salah satu peserta aksi Freezemob dan Pelayanan berbagi nasi kotak PKS, Tri Julian Muhar,  menyatakan bahwa disamping aksi ini merupakan ajang memperkenalkan logo dan nomor urut PKS, juga mewujudkan pertunjukan politik yang mengasyikkan.  "Merubah persepsi masyarakat tentang PKS dari dangerous game/ permainan yang berbahaya menjadi permainan yang asyik dan menyenangkan sekaligus lucu-lucuan" kata pemuda yang di panggil Alan ini. "Apalagi ada boneka Danbo yang lucu dan didandan dengan atribut PKS" kata Alan menambahkan.

Sementara itu, Caleg PKS untuk DPRD Lampung Dapil Lamsel, Detti Febrina, menyampaikan bahwa aksi dan pelayanan PKS menunjukkan pesan kepada masyarakat tentang ingin selalu lebih dekat dan melayaninya PKS kepada masyarakat. "Siapapun kita dari PKS, baik kader, caleg atau bahkan pimpinan PKS memang memiliki DNA sebagai pelayan masyarakat" kata Detti. "Oleh karena kami ingin menjadi otak, hati dan tulang punggung Indonesia, maka kami terus dekat dan melayani masyarakat" kata Detti mengakhiri.


sumber: pkspiyungan.org


Read more »

Sosok Rahmat Ibnu Sina Caleg PKS Untuk DPRD Purbalingga Dapil 1, Relawan Kesehatan dari Tanjungmuli

Mendengar nama Ibnu Sina mungkin kita akan teringat seorang ilmuwan, dokter, dan filsuf Islam ternama di dunia kesehatan. Begitu juga di Desa Tanjungmuli Kecamatan Karangmoncol. Rahmat Ibnu Sina, namanya sudah tidak asing lagi bagi masyarakat miskin atau pegawai rumah sakit di Purbalingga maupun Purwokerto. Dia kerap membawa orang sakit dan membantu mengurus proses perawatan di rumah sakit sampai sembuh. Dia tidak dibayar dalam membantu orang sakit itu karena hal itu merupakan panggilan hatinya.

Oleh. PUTUT JOKO UTOMO
Pada pertengahan 2007, berbekal uang Rp 24 Ribu, Rahmat Ibnu Sina membawa istrinya yang sakit berobat ke rumah sakit. Ia bingung harus berbuat apa saat itu. Biaya rumah sakit yang mahal tidak bisa dibayar dengan uang yang ia bawa. Pikiran pusing, bingung berbaur menjadi satu.

Dari pengalaman pribadinya itu, Rahmat Ibnu Sina tersentuh hatinya. Ia cukup memahami bagaimana pusingnya orang miskin saat sakit. Tak hanya persoalan biaya. Kebingungan administrasi juga menjadi persoalan bagi warga pedesaan saat mengakses pelayanan rumah sakit.

Karena itu, dia memilih menjadi pekerja sosial, mengurus orang sakit yang berada di desanya. "Bukan hanya Desa Tanjungmuli, tapi seringkali dari kecamatan Karanganyar, Kertanegara atau lainnya juga minta diantarkan saya," tuturnya.

Ia menceritakan, saat mengurus istrinya yang sakit, dirinya bingung karena tidak memiliki uang. Dia disarankan untuk mengurus surat-surat di desa dan surat lainnya. Dari mengurus surat-surat untuk biaya kesehatan itu, ternyata biaya kesehatan bisa gratis atau dengan biaya murah. Mula dari situlah ia berjanji untuk menolong orang lain yang membutuhkannya.

Ketererbatasan pengetahuan tentang proses administrasi dalam mengurusi surat dan biaya terkadang membuat ketakutan tersendiri bagi orang miskin dimasyarakat. Sehingga, banyak masyarakat membiarkan penyakitnya bersarang ditubuhnya karena takut dengan biaya rumah sakit. Hal ini menurutnya, menjadi jurang pemisah antara masyarakat dan dunia kesehatan.

 "Seperti saya dulu punya masalah tapi tidak menceritakan kepada orangtua atau teman, sehingga hanya saya yang tahu. Dan hal itu tidak membantu menyelesaikan masalah,” imbuh pemuda 34 tahun itu.

Bukan perkara mudah menjadi pekerja sosial. Selain harus siaga 24 jam, ia juga harus siap bila dipanggil oleh masyarakat. Pasalnya, bukan hanya masyarakat di wilayah Tanjungmuli saja yang memanggil dirinya. Masyarakat luar desa juga sering meminta bantuannya.

Tidak ada biaya yang harus dikeluarkan untuk jasanya. Hanya, seikhlasnya saja dari pasien yang ia urus. Namun, sebagian besar masyarakat yang sakit adalah masyarakat menengah ke bawah sehingga ucapan terimakasih dari mereka yang dibantu dirasa sudah cukup.

“Rejeki itu Allah yang ngatur, hidup itu bukan bagaimana menjadi kaya namun bagaimana untuk berguna bagi masyarakat,” imbuhnya.

 Melihat keseriusan dan ketekunannya, Pemerintah Desa Tanjungmuli memberikan amanah pada Rahmat Ibnu Sina untuk mengelola sebuah Mobil Pelayanan Masyarakat (MPM) Desa Tanjungmuli. Mobil MPM ini bisa digunakan untuk melayani masyarakat desa Tanjungmuli yang sakit.

Kepala Desa Tanjungmuli Joko Pranoto mengatakan, keseriusan Rahmat Ibnu Sina dan kejadian meninggalnya dua orang ibu hamil beberapa tahun lalu membuat pemer ntah desa berpikir untuk memfasilitasi masyarakat yang sakit agar bisa tertangani dengan cepat. “Wilayah Tanjungmuli sangat luas yang punya mobil juga belum tentu bisa cepat menolong. Sedangkan orang sakit harus cepat  ditolong, apalagi ibu yang mau melahirkan,” tuturnya.(*)

BIO DATA :
Nama : RAHMAT IBNU SINA
Caleg PKS DPRD Kab. Dapil Purbalingga 1 (Karangmoncol, Karanganyar, Kertanegara, dan Rembang)
No. Urut : 6
Tempat/Tgl Lahir: Purbalingga, 27-07-1979
Alamat: Tunjungmuli RT. 004 RW. 02, Kec. Karangmoncol, Kab. Purbalingga
No. Hp : 082326799945
Visi dan Misi: Peduli Sosial dalam pelayanan kesehatan, siap memperjuangkan anak putus sekolah, merehabilitasi rumah tidak layak huni untuk masyarakat miskin.

Sumber : Radar Banyumas
Read more »

Pengobatan Gratis PKS Dapil 1 di Desa Maribaya, 2 Februari 2014


Read more »

 

KAJIAN KEISLAMAN DAN KEILMUAN

BERITA DAERAH

POLITIK