Sabtu, Februari 01, 2014

Inilah Kesaksian "Merinding" Dokter yang Menunggui Kiai Sahal Menjelang Wafat

Ada kejadian menyentuh hati saat Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudh menghadapi sakaratul maut pada Kamis (23/1) hingga ajal menjemput pada Jumat dini hari.

Dokter H Imron Rosyidi yang menungguinya mengaku baru kali ini merasa takut menunggui orang yang hendak meninggal. Ia bahkan sampai merinding dan bulu kuduknya berdiri.

“Baru kali ini saya takut ketika menunggui orang yang mau meninggal. Bukan apa-apa, bacaan beliau yang jelas itulah yang membuat bulu kuduk saya berdiri. Terus terang, kalau ingat pengalaman tadi malam masih suka merinding,” ujar Imron berkaca-kaca.

Seperti dilansir NU Online, dalam keadaan mata terpejam, Mbah Sahal tiada henti melafalkan aneka macam doa, tahlil, hingga surat-surat pendek. Dari Kamis malam hingga Jum'at dini hari. Meski terdengar berat, bacaan ulama kharismatik ini terdengar jelas dan terang.

Kiai Sahal lahir pada17 Desember 1937. Kiai yang sejak muda telah mengasuh Pondok Pesantren Mathali' ini merupakan salah satu tokoh NU berpengaruh, kerap terlibat dalam penyusunan dan penetapan penerapan hukum Islam baik klasik maupun kontemporer.

Berikut ini daftar karya tulis Kiai Sahal:

Buku (kumpulan makalah yang diterbitkan):

1. Thariqatal-Hushul ila Ghayahal-Ushul, (Surabaya: Diantarna, 2000)
2. Pesantren Mencari Makna, (Jakarta: Pustaka Ciganjur, 1999)
3. Al-Bayan al-Mulamma' 'an Alfdz al-Lumd", (Semarang: Thoha Putra, 1999) Telaah Fikih Sosial,
4. Dialog dengan KH. MA. Sahal Mahfudh, (Semarang: Suara Merdeka, 1997) Nuansa Fiqh Sosial (Yogyakarta: LKiS, 1994)
5. Ensiklopedi Ijma' (terjemahan bersama KH. Mustofa Bisri dari kitab Mausu'ah al-Ij ma'). (Jakarta; Pustaka Firdaus, 1987).
6. Al-Tsamarah al-Hajainiyah, I960 (Nurussalam, t.t)
7. Luma' al-Hikmah ila Musalsalat al-Muhimmat, (Diktat Pesantren Maslakul Huda, Pati).
8. Al-Faraid al-Ajibah, 1959 (Diktat Pesantren Maslakul Huda, Pati)

Risalah dan Makalah (tidak diterbitkan):

1. Tipologi Sumber Day a Manusia Jepara dalam Menghadapi AFTA 2003 (Workshop KKNINISNU Jepara, 29 Pebruari 2003).
2. Strategi dan Pengembangan SDM bagi Institusi Non-Pemerintah, (Lokakarya Lakpesdam NU, Bogor, 18 April 2000).
3. Mengubah Pemahaman atas Masyarakat: Meletakkan Paradigma Kebangsaan dalam Perspektif Sosial (Silarurahmi Pemda II Ulama dan Tokoh Masyarakat Purwodadi, 18 Maret 2000).
4. Pokok-Pokok Pikiran tentang Militer dan Agama (Halaqah Nasional PB NU dan P3M, Malang, 18 April 2000)
5. Prospek Sarjana Muslim Abad XXI, (Stadium General STAI al-Falah Assuniyah, Jember, 12 September 1998)
6. Keluarga Maslahah dan Kehidupan Modern, (Seminar Sehari LKKNU, Evaluasi Kemitraan NU-BKKBN, Jakarta, 3 Juni 1998)
7. Pendidikan Agama dan Pengaruhnya terhadap Penghayatan dan Pengamalan Budi Pekerti, (Sarasehan Peningkatan Moral Warga Negara Berdasarkan Pancasila BP7 Propinsi Jawa Tengah, 19 Juni 1997)
8. Metode Pembinaan Aliran Sempalan dalam Islam, (Semarang, 11 Desember 1996)
9. Perpustakaan dan Peningkatan SDM Menurut Visi Islam, (Seminar LP Ma'arif, Jepara, 14 Juli 1996)
10. Arah Pengembangan Ekonomi dalam Upaya Pemberdayaan Ekonomi Umat, (Seminar Sehari, Jember, 27 Desember 1995)
11. Pendidikan Pesantren sebagai Suatu Alternatif Pendidikan Nasional, (Seminar Nasional tentang Peranan
12. Lembaga Pendidikan Islam dalam Peningkatan Kualitas SDM Pasca 50 tahun Indonesia Merdeka, Surabaya, 2 Juli 1995)
13. Peningkatan Penyelenggaraan Ibadah Haji yang Berkualitas, (disampaikan dalam Diskusi Panel, Semarang, 27 Juni 1995)
14. Pandangan Islam terhadap Wajib Belajar, (Penataran Sosialisasi Wajib belajar 9 Tahun, Semarang 10 Oktober 1994)
15. Perspektif dan Prospek Madrasah Diniyah, (Surabaya, 16 Mei 1994)
16. Fiqh Sosial sebagai Alternatif Pemahaman Beragama Masyarakat, (disampaikan dalam kuliah umum IKAHA, Jombang, 28 Desember 1994)
17. Reorientasi Pemahaman Fiqh, Menyikapi Pergeseran Perilaku Masyarakat, (disampaikan pada Diskusi Dosen Institut Hasyim Asy'ari, Jombang, 27 Desember 1994)
18. Sebuah Releksi tentang Pesantren, (Pati, 21 Agustus 1993)
19. Posisi Umat Islam Indonesia dalam Era Demokratisasi dari Sudut Kajian Politis, (Forum Silaturahmi PP Jateng, Semarang, 5 September 1992).
20. Kepemimpinan Politik yang Berkeadilan dalam Islam, (Halaqah Fiqh Imaniyah, Yogyakarta, 3-5 Nopember 1992)
21. Peran Ulama dan Pesantren dalam Upaya Peningkatan Derajat Kesehatan Umat, (Sarasehan Opening RSU Sultan Agung, Semarang, 26 Agustus 1992).
22. Pandangan Islam Terhadap AIDS, (Seminar, Surabaya,1 Desember 1992)
23. Kata Pengantar dalam buku Quo Vadis NU karya Kacung Marijan, (Pati, 13 Pebruari 1992)
24. Peranan Agama dalam Pembinaan Gizi dan Kesehatan Keluarga, Pandangan dari Segi Posisi Tokoh Agama, Muallim, dan Pranata Agama, (Muzakarah Nasional, Bogor, 2 Desember 1991)
25. Mempersiapkan Generasi Muda Islam Potensial, (Siaran Mimbar Agama Islam TVRI, Jakarta, 24 Oktober 1991)
26. Moral dan Etika dalam Pembangunan, (Seminar Kodam IV, Semarang, 18-19 September 1991)
27. Pluralitas Gerakan Islam dan Tantangan Indonesia Masa Depan, Perpsketif Sosial Ekonomi, (Seminar di Yogyakarta, 10 Maret 1991)
28. Islam dan Politik, (Seminar, Kendal, 4 Maret 1989)
29. Filosofi dan Strategi Pengembangan Masyarakat di Lingkungan NU, (disampaikan dalam Temu Wicara LSM, Kudus, 10 September 1989)
30. Disiplin dan Ketahanan Nasional, Sebuah Tinjauan dari Ajaran Islam, (Forum MUIII, Kendal, 8 Oktober 1988)
31. Relevansi Ulumuddiyanah di Pesantren dan Tantangan Masyarakat, (Mudzakarah, P3M, Mranggen, 19-21 September 1988)
32. Prospek Pesantren dalam Pengembangan Science, (Refreshing Course KPM, Tambak Beras, Jombang 19 Januari 1988)
33. Ajaran Aswaja dan Kaitannya dengan Sistem Masyarakat, (LKL GP Anshor dan Fatayat, Jepara 12-17 Februari 1988)
34. AIDS dan Prostisusi dari Dimensi Agama Islam, (Seminar AIDS dan Prostitusi YAASKI, Yogyakarta, 21 Juni 1987)
35. Sumbangan Wawasan tentang Madrasah dan Ma'arif, (Raker LP Ma'arif, Pati, 21 Desember 1986)
36. Program KB dan Ulama, (Pati, 27 Oktober 1986)
37. Hismawati dan Taman Gizi, (Sarasehan gizi antar santriwati,
38. Administrasi Pembukuan Keuangan Menurut Pandangan Islam, (Latihan Administrasi Pembukuan dan Keuangan bagi TPM, Pan, 8 April 1986)
39. Pendekatan Pola Pesantren sebagai Salah Satu Alternatif membudayakan NKKBS, (Rapat Konsultasi Nasional Bidang, KB, Jakarta, 23-27 Januari 1984)
40. Pelaksanaan Pendidikan Kependudukan di Pesantren, (Lokakarya Pendidikan Kependudukan di Pesantren, (Jakarta, 6-8 Januari 1983)
41. Tanggapan atas Pokok-Pokok Pikiran Pembaharuan Pendidikan Nasional, (27 Nopember 1979)
42. Peningkatan Sosial Amaliah Islam, (Pekan Orientasi Ulama Khotib, Pati, 21-23 Pebruari 1977)
43. Intifah al-Wajadain, (Risalah tidak diterbitkan)
44. Wasmah al-Sibydn ild I'tiqdd ma' da al-Rahman, (Risalah tidak diterbitkan)
45. I'dnah al-Ashhdb, 1961 (Risalah tidak diterbitkan)
46. Faid al-Hija syarah Nail al-Raja dan Nazhdm Safinah al-Naja, 1961 (Risalah tidak diterbitkan) Al-Tarjamah al-Munbalijah 'an Qasiidah al-Munfarijah, (Risalah tidak diterbitkan)

[AM/NU/SantriPegon]

diambil: http://www.bersamadakwah.com
Read more »

Video Ini Bukti YKS Lecehkan Para Ulama


Setelah menuai protes lantaran goyangan yang dinilai erotis, program Yuk Keep Smile (YKS) Trans TV kembali menuai protes. Kali ini, acara televisi sketsa komedi, kuis interaktif, musik, dan game show itu dinilai melecehkan sejumlah ulama.

Dalam tayangan YKS edisi 23 Januari 2014, artis Omesh menirukan gaya para ulama secara berlebihan dan dinilai melecahkan. Omesh menirukan KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), KH. Muhammad Arifin Ilham, Ustadz Yusuf Mansyur dan almarhum Ustadz Jefry Al Buchori. Tidak hanya Omesh, crew TransTV juga melakukan hal yang sama dengan menirukan gaya ceramah Aa Gym. Adegan tersebut bisa disaksikan pada 1:37:44 rekaman video di bawah ini.

Sejumlah umat Islam yang mengetahui pelecehan ini segera melayangkan protes melalui media sosial. "Bubarkan YKS! Karena melecehkan asatidz!," tulis pemilik akun @askungmuhammad di jagat Twitter, Rabu (29/1), seperti dikutip Nabawia.

Sebelumnya, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) telah memberikan teguran tertulis kepada "Trans TV" terkait program "Yuk Keep Smile" atau YKS yang dinilai telah melakukan pelanggaran Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) KPI 2012.

Sujarwanto Rahmat selaku Komisioner bidang Pengawasan Isi Siaran KPI Pusat mengatakan, teguran tertulis tersebut diberikan berdasarkan kewenangan menurut Undang-Undang (UU) 32/2002 tentang Penyiaran (UU Penyiaran), pengaduan masyarakat, pemantauan, dan hasil analisis yang dilakukan KPI.

Namun pihak "Trans TV" yang diwakili A Hadiansyah Lubis selaku PR Manager "Trans TV" justru punya pandangan lain.

Menurutnya, program YKS sekarang bukan hanya milik "Trans TV," tetapi seluruh pemirsa karena menyentuh dan menghibur berbagai lapisan masyarakat serta usia, dan selalu dinantikan kehadirannya.

"YKS mampu memecahkan kejenuhan pemirsa atas tayangan yang ada selama ini sehingga program ini menjadi besar dan fenomenal. Salah satu sisi positifnya, YKS Justru sangat ampuh menjadi magnet untuk menunjukkan kebersamaan di berbagai kalangan masyarakat Indonesia," katanya dalam keterangan tertulisnya yang diterima Beritasatu.com, Sabtu (4/1).

http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=4Wh7sXztQDU

sumber:http://www.bersamadakwah.com
Read more »

Penyelesaian SPLDV dengan Metode Grafik (SMA kelas 10)

Penyelesaian SPLDV dengan Metode Grafik


Untuk menyelesaikan SPLDV dapat dilakukan dengan menggunakan 3 metode, yaitu:
1.    metode eliminasi,
2.    metode sustitusi,
3.    metode grafik.
Penyelesaian SPLDV dengan Metode Grafik

Grafik dari persamaan linear dua variabel ax + by = c adalah garis lurus.
Penyelesaian SPLDV ax + by = c
                                 px + qy = r

adalah titik potong antara garis ax + by = c dan garis px + qy = r.
Langkah-langkah untuk menentukan penyelesaian SPLDV dengan menggunakan metode grafik adalah sebagai berikut:
1.    tentukan titik potong garis dengan sumbu X, syarat y = 0,
2.    tentukan titik potong garis dengan sumbu Y, syarat x = 0,
Langkah (1) dan (2) dapat disederhanakan dalam bentuk tabel sebagai berikut:

3.    gambar garis dari setiap persamaan,
4.    tentukan titik potong kedua garis, titik potong tersebut adalah penyelesaian SPLDV.
Contoh 1:
Tentukan himpunan penyelesaian SPLDV 3x + y = 15
                                                                   x + y = 7.

Jawab:
3x + y = 15
1.    Titik potong dengan sumbu X, syarat y = 0.
3x + 0 = 15
        x = 5.
Titik potong (5, 0)
2.    Titik potong dengan sumbu Y, syarat x = 0.
3(0) + y = 15
           y = 15.
Titik potong (0, 15)

Dalam bentuk tabel

x + y = 7
1.    Titik potong dengan sumbu X, syarat y = 0.
x + 0 = 7
      x = 7.

Titik potong (7, 0)
2.    Titik potong dengan sumbu Y, syarat x = 0.
0 + y = 7
      y = 7.

Titik potong (0, 7)


Dalam bentuk tabel

GAMBAR GRAFIK

Himpunan penyelesaian: {(4, 3)}
Contoh 2:
Tentukan himpunan penyelesaian SPLDV 4x - 2y = 20
                                                                 2x + y  = 6

Jawab:
4x - 2y = 20
1.    Titik potong dengan sumbu X, syarat y = 0.
4x + 2(0) = 20
           4x = 20.
             x = 5.          
Titik potong (5, 0)
2.    Titik potong dengan sumbu Y, syarat x = 0.
4(0) - 2y = 20
        - 2y = 20
            y = -10.      
Titik potong (0, -10)

Dalam bentuk tabel

2x + y = 6
1.    Titik potong dengan sumbu X, syarat y = 0.
2x + 0 = 6
        x = 3.
Titik potong (3, 0)
2.    Titik potong dengan sumbu Y, syarat x = 0.
0 + y = 6
       y = 6.
Titik potong (0, 6)

Dalam bentuk tabel


GAMBAR GRAFIK

Himpunan penyelesaian: {(4, -2)}
Contoh 3:
Diketahui grafik SPLDV memotong sumbu-sumbu koordinat di titik (-8, 0) dan (0, 6), dan di titik (-2, 0) dan (0, -3).
Tentukan himpunan penyelesaian SPLDV.

Jawab:
Grafik yang melalui titik (-8, 0) dan (0, 6).
Grafik yang melalui titik (-2, 0) dan (0, -3).

 
sumber: http://sumberbelajar.belajar.kemdikbud.go.id
Read more »

Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SMA Kelas 10)

Sistem Persamaan Linear Dua Variabel


ax + by = c             atau              a1x + b1y = c1
px + qy = r                                 a2x + b2y = c2


Pengertian

Persamaan linear adalah persamaan yang memiliki variabel (peubah) berpangkat satu. Persamaan linear yang memiliki dua variabel dinamakan Persamaan Linear Dua Variabel dan secara umum variabel-variabelnya dinyatakan dengan x dan y.

Bentuk persamaan linear dua variabel umumnya dinyatakan dengan ax + by = c, dimana a, b, dan c merupakan anggota himpunan bilangan real. Pada persaman ax + by = c, a dan b dinamakan koefisien, dan c dinamakan kontanta.

Jika terdapat dua atau lebih persamaan linear dua variabel dan variabel-varibelnya saling terkait maka persamaan-persamaan tersebut akan membentuk suatu sistem persamaan yang dinamakan Sistem Persaman Linear dua Variabel (SPLDV).

Bentuk umum SPLDV adalah:
ax + by = c             atau              a1x + b1y = c1
px + qy = r                                 a2x + b2y = c2
Jenis-jenis SPLDV

SPLDV terdiri dari dua jenis, yaitu:
1.    SPLDV Homogen, adalah SPLDV yang mempunyai nilai
ax + by = 0        atau              a1x + b1y = 0
px + qy = 0                            a2x + b2y = 0
2x + 5y = 0        
3x - 7y = 0
2.    SPLDV tidak Homogen, adalah SPLDV yang mempunyai nilai konstanta sama dengan nol.
ax + by 0          atau              a1x + b1y c1
px + qy 0                              a2x + b2y c2
2x + 5y 1
3x - 7y 16

 sumber:umberbelajar.belajar.kemdikbud.go.id
Read more »

Anis Matta: Jangan Masukkan Jabatan Ke Dalam Hati

Anis Matta berkali-kali mengajak kader dan relawan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk tidak memasukkan jabatan ke dalam hati. Ajakan ini disampaikan dibeberapa kegiatan, salah satunya seperti pada apel siaga PKS DKI Jakarta, Sabtu (25/1), di Lapangan Banteng, Jakarta.

“Karena itu, sejak saya menjadi presiden (PKS –red), langkah pertama yang saya ambil adalah meninggalkan jabatan sebagai wakil ketua DPR. Ini untuk menunjukkan kepada seluruh kader PKS, bahwa jabatan itu insya Allah tidak pernah masuk ke dalam hati kita,” kata Anis.

Jabatan, menurut Anis, berbeda dengan kontribusi. Jabatan itu jumlahnya terbatas. Sedangkan kontribusi tidak terbatas. Maka setiap kader idealnya punya kontribusi, meski tanpa jabatan.

Jabatan memberi kekuasaan. Tapi kekuasaan tidak ada artinya bila tidak digunakan untuk kebaikan. Maka kekuasaan harus digunakan untuk menjalankan peritah Sang Maha Kuasa.

“Kita datang dan pergi kepada kekuasaan. Kita tidak mengejarnya. Sebab kita sadar bahwa kekuasaan hanyalah alat yang kita pakai untuk beribadah kepada Allah,” tambah Anis.

Anis, yang lahir di Makasar pada 45 tahun lalu, juga menyampaikan optimismenya menghadapi pemilu 2014. Prahara yang menimpa PKS relatif sudah bisa dikendalikan dampaknya. Ini membuat kader dan relawan PKS sudah bisa fokus pada pemenangan pemilu.

“Kita sudah melewati turbulensi selama setahun ini. Hari ini kita menyaksikan suatu tanda kemenangan. Matahari menyinari kita. Insya Allah, kita akan mencapai tujuan dan mendarat seperti yang telah kita rencanakan bersama,” Anis mengamsalkan perjalanan PKS seperti pesawat terbang.

Apel siaga yang bertema “Indonesia Punya Kita Semua” ini berlangsung sekitar dua jam. Acara ini bertujuan menyemangati kader dan relawan PKS agar meningkatkan kontribusi di masyarakat. Acara ini juga dihadiri oleh  Ketua Fraksi PKS DPR RI Hidayat Nur Wahid, Anggota DPR RI FPKS Adang Daradjatun, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana, Ketua DPW PKS Jakarta Selamat Nurdin. (DLS/MFS)

*http://www.anismatta.net/2014/01/30/memberi-kontribusi-bukan-mengejar-posisi/

Read more »

Ketangguhan Dibalik Perempuan PKS Berpolitik

Secara psikologis, perempuan dikenal dengan sosok yang lemah lembut. Ada yang bilang, perempuan itu lebih cocok di rumah saja, mengurus anak dan rumah. Berkecimpung di ranah publik ataupun politik sama halnya mengabaikan urusan domestik, yang dapat berujung pada keretakan rumah tangga. Ehm, apakah anda sependapat? Sepertinya, anda akan berfikir ulang usai membaca cerita saya berikut;

Kemarin (Jum’at, 31 Januari 2014) saya bersyukur bisa hadir di sebuah forum kewanitaan yang diadakan DPD PKS Bidang Kewanitaan Kabupaten Kediri. Pasalnya, hadir seorang politisi perempuan PKS bernama Yulyani, sosok perempuan asal Bengkulu yang kini hendak melenggangkan kiprahnya dalam panggung pemilu tingkat DPD RI tahun 2014-2019. Dengan HATI Jatim Berani, demikian jargon yang beliau usung.

Keberanian memang harus dimiliki seorang politisi. Bukan hanya laki-laki tapi juga perempuan yang malah lebih dominan mengandalkan perasaan ketimbang logika. Berani mengambil kebijakan untuk kemaslahatan masyarakat, berani berbaur dengan keragaman serta berani mengatakan tidak pada korupsi.

Dari cara bertutur, mbak Yul (panggilan akrab) termasuk perempuan yang sangat tegas, suaranya lantang, enerjik, murah senyum, dan penuh semangat. Capacity building beliau tidak diragukan lagi, terbukti dari  rekam jejak kepemimpian Mbak Yul di berbagai organisasi baik internal maupun eksternal partai sejak tahun 1988. Berbagai penghargaan pun kerap ia raih diantaranya; Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Terbaik Jawa Timur 2006, Women of the year 2006 (Bidang Politik)Citra Mandiri Indonesia, Kartini Tangguh Surabaya Radar Surabaya, Golder Leader Asia Pasific Taiwan 2010, International Visitor Leader Program USA 2010.

Bukan hanya bidang politik, sebagai seorang pengusaha, mbak Yul berhasil menyabet sederet penghargaan bisnis seperti The Best Marketing and Performance Indonesia Exotica Singapura, Delegation from Indonesia in 6th Forum for Businesswoman in Islamic Countries Bahrain, Career Women In Development Golden Award, dan masih banyak lagi.

Fantastis bukan? masihkah ada yang beranggapan bahwa perempuan tidak cocok memberikan kontribusi untuk bangsanya melalui parlemen? Lantas, bagaimana beliau membangun biduk rumah tangga dengan terbatasnya waktu untuk keluarga? 

Bahagia itu Banyak Memberi dan Terus Belajar

Di sela-sela acara kemarin, beliau juga menceritakan bagaimana suka dan dukanya menjadi perempuan yang kesehariaannya habis untuk urusan publik. Naluri seorang ibu, pasti akan dibenturkan dengan kondisi internal rumah. Saat anak sakit, cucian menumpuk, belum beres-beres rumah dan masih banyak lagi urusan domestik lainnya.

Menurut Mbak Yul, kunci sukses bagi perempuan yang sibuk di ranah publik adalah manajemen waktu, pintar mengelola waktu, pendelegasian, memanfaatkan quality time bersama keluarga, dan terus melakukan komunikasi dengan baik.

Satu hal yang membuat mbak Yul semangat untuk terus berkiprah di ranah politik adalah ingin memberikan kontribusi sebanyak- banyaknya untuk masyarakat Indonesia. Ia sangat yakin, giving is the best communication. Dengan banyak memberi, ia dan keluarga akan bahagia.

Bagi seorang perempuan, tentu hal ini tidaklah mudah, ibarat mengembara dalam hutan belantara, politisi perempuan memang harus cukup power untuk menjaga diri dari ancaman binatang buas atau jebakan pemburu liar. Power inilah yang dibangun melalui proses belajar panjang dan butuh waktu puluhan tahun. Tidak bisa instan. Hal ini juga dibuktikan mbak Yul, bagaimana ia belajar keras dari para pakar dan ahli di bidangnya untuk memecahkan satu persoalan atau menentukan suatu kebijakan baru.

Jika dalam RUU Pemilu telah disahkan bahwa partai politik benar-benar mengakomodasi kuota 30% calon legislatif bagi kader perempuan. Maka, ini menjadi peluang besar bagi para perempuan untuk untuk berkiprah dan membangun bangsa melalui dunia politik. Namun, lagi-lagi yang menjadi pertanyaan adalah sudah siapkah perempuan dari partai tersebut mengembara di hutan belantara tanpa bekal memadai?

Sepertinya, para calon anggota legislatif perempuan bisa belajar dari pergulatan mbak Yulyani sebagai politisi perempuan PKS, bagaimana menjadi Istri Shaliha dan Politis Bersih.  Ingin tahu lebih banyak tentang Mbak Yul, bisa mampir ke sini http://www.yulyani.net/.


*by Nurul Habeeba (Blogger)
Kader PKS Dapil VI Kabupaten Kediri, Jatim

sumber:pkspiyungan.org
Read more »

THIS !!! "Behind The Scene" Hebohnya Iklan PKS di TV

Oleh: Yudi Widiana Adia
Ketua DPP PKS Bidang Seni dan Budaya

Beragam tanggapan muncul pasca kemunculan seri pertama iklan yang dibuat DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ada yang memuji terutama pilihan tema dan edukasi yang diusung iklan tersebut. Ada juga yang mengkritik, serta ada yang meresponnya secara datar alias biasa-biasa saja.

Serial iklan PKS muncul ditengah keterbatasan sumberdaya dan masih rendahnya elektabilitas PKS, merujuk pada survei yang dilakukan sejumlah lembaga survei. Hal yang sama dialami semua partai-partai berbasis massa Islam lainnya.

Namun demikian ada sejumlah kejanggalan dari hasil-hasil survei yang diumumkan ke publik tersebut. Diantara kejanggalan itu adalah disembunyikannya jumlah sebenarnya swing voters dan undecided voters yang saat ini diperkirakan masih diatas 50% dari pemilih.

Disinilah PKS melihat pentingnya memunculkan iklan meski sumberdaya yang dimiliki cukup terbatas. Dengan semangat gotong royong yang ada alhamdulillah kebutuhan dana untuk itu bisa diatasi dari sumbangan kader-kader PKS sendiri.

Segmentasi Sasaran

Hasil riset yang kami lakukan menunjukkan, 50% pemirsa yang menonton iklan tersebut berasal dari kalangan menengah ke bawah, 30% merupakan kalangan muda dan pemilih pemula, dan 10% merupakan pemirsa yang masih peduli dengan berita-berita seputar politik. Dari sisi komposisi pemirsa hal itu sudah mendekati target pemirsa yang diharapkan sebagai target pemilih baru PKS pada Pemilu legislatif 9 April 2014 nanti.

Adapun pemilih tradisional PKS, terutama kader dan simpatisan bukanlah sasaran utama iklan tersebut, karena kami yakin masih tingginya soliditas pemilih PKS. Dengan demikian desain iklan tersebut memang diperuntukkan untuk pemilih yang lebih luas dengan latar belakang yang sangat beragam.

PKS bukan sekedar ingin masuk ke dalam segmen terbesar pemilih tersebut yang merupakan mayoritas warga negeri ini. Sebagian besar dari mereka pada hakikatnya adalah Ummat Islam. Namun lebih dari itu PKS ingin menampilkan iklan yang mencerahkan masyarakat.

Diawali dengan mengajak masyarakat untuk tidak terburu-buru memosisikan diri untuk tidak memilih (golput). Silahkan bedah kinerja dan kiprah partai-partai selama ini. Jika memang masih ada yang peduli dan layak dipilih mengapa harus golput? Pesan itu akan semakin jelas dengan menyaksikan seri ke-2 dan ke-3 iklan PKS yang akan tayang sebentar lagi.

Versi Youtube

Selain menyebarluaskan pesan melalui media mainstream (TV), DPP PKS juga memanfaatkan media sosial sebagai medium penyampaian pesan. Untuk kebutuhan tersebut dibuat iklan PKS versi Youtube. Tidak hanya versi pendek (15 - 30 detik), namun juga salam versi dengan durasi lebih lama.

Peran kader PKS yang aktif di berbagai media sosial selama ini sangat penting dan strategis. Semangat menyampaikan pesan kebaikan yang dilakukan kader dan simpatisan PKS di seluruh Indonesia perlu diacungi jempol.

Seperti kita ketahui, saat ini ada sekitar 76 juta pengguna internet di Indonesia. Mereka merupakan pemirsa potensial yang harus disapa oleh kader-kader PKS diberbagai daerah di Indonesia. Boleh jadi, kekuatan media sosial bisa jauh melampaui media mainstream Salam menyampaikan pesan politik PKS.

Mencerahkan Publik

Sekali lagi, dibutuhkan kreatifitas dan pemilihan pesan yang tepat dan jelas kepada publik ditengah berbagai keterbatasan sumberdaya. Terlebih saat ini bukanlah musim parpol beriklan karena Pemilu masih sekitar 70 hari lagi. Hanya Parpol dengan kekuatan dana yang tidak terbataslah yang beriklan di saat-saat sekarang. Dengan kekuatan dananya mereka membanjiri ruang publik dengan iklan-iklan yang seringkali tidak mencerahkan publik.

PKS meski dana terbatas berupaya melakukan “perlawanan” dengan mengimbangi iklan-iklan semacam itu dengan iklan-iklan yang mengedukasi pemirsa. PKS khawatir dengan kualitas demokrasi yang cenderung menurun kian diperparah dengan kian tingginya angka golput yang tentu saja memengaruhi legitimasi pemilu.

Seri pertama iklan PKS, seperti yang sudah disaksikan pemirsa di sejumlah stasiun TV, mengangkat fenomena riil saat ini terutama di kalangan kaum muda dan pemilih pemula yang cuek dengan pemilu. Bahkan banyak yang cenderung golput atau sengaja tidak menggunakan hak pilihnya. Dan itu tercermin jelas dengan masih tingginya angka undecided voters dari berbagai survei yang ada.

Iklan PKS tersebut lebih kepada keluar dari mainstream bahwa “Pilihlah PKS” seperti Iklan Partai lainya, dalam Iklan tersebut PKS justru mengajak Masyarakat untuk tidak Golput.

Dalam seri berikutnya, iklan PKS menyampaikan pesan harapan perbaikan negeri ini melalui jalur politik masih besar. Namun PKS tidak ingin menjelek-jelekkan siapapun termasuk pemimpinan yang sedang berkuasa saat ini. PKS juga tidak ingin mengajari Pemirsa tentang kondisi negeri ini dan apa yang harusnya dilakukan pemilih.

Namun PKS menyodorkan fakta riil bahwa masih ada partai yang bekerja dan peduli untuk rakyat. Partai yang secara serius terjun membantu korban bencana sesulit apapun. Atau hadir di tengah-tengah masyarakat dengan aktif  diberbagai kegiatan sosial baik pendidikan, kesehatan maupun ikut memecahkan permasalahan sosial bersama-sama masyarakat di sekitarnya.

Jangan tinggalkan politik. Golput tidak menyelesaikan masalah. Betapapun, politik tetap dibutuhkan untuk mengubah keadaan bangsa ini. Caranya salurkan hak politik Anda dengan memilih calon-calon yang bersih, kompeten, memiliki kapabilitas tinggi dibidangnya, serta peduli dengan persoalan-persoalan rakyat.

sumber:pkspiyungan.org
Read more »

 

KAJIAN KEISLAMAN DAN KEILMUAN

BERITA DAERAH

POLITIK